Day III – April 23, 2011

02.45 – Summit attack ke puncak Rinjani 3.726 mdpl.

Fase I – Hiking to crater rim.

Fase II – Menyusuri crater rim. Kondisi trek, berpasir, berbatu kerikil dan batuan besar, tanah merah.

Fase III – Hiking to Rinjani peak. Kondisi trek berpasir. 2 langkah naik, 1 langkah turun (merosot).

07.45 – Sampai di Puncak Rinjani.

Kondisi angin cukup kencang. Suhu dingin khas pegunungan cukup terasa disini, namun kondisinya akan semakin dingin bila anda semakin lama berada disini dan terpaan angin menjadi semakin kencang. Dari puncak rinjani ini juga anda bisa melihat sekeliling pulau Lombok, Gili sisters, gunung Agung, gunung Batur, dan gunung Tambora.

09.35 – Treking down ke Plawangan Sembalun

11.05 – sampai di ujung crater rim (sebelum menuruni punggungan crater menuju Plawangan Sembalun). Istirahat.

11.15 – Meneruskan treking down ke Plawangan Sembalun

11.35 – Sampai di campsite Plawangan Sembalun.

Di campsite ini terdapat sumber mata air bersih yang juga dapat digunakan untuk mandi. Banyak terdapat monyet, jadi berhati-hatilah terhadap barang-barang bawaan anda, terutama kamera dan makanan. Dari campsite Plawangan Sembalun ini, anda bisa melihat Danau Segara Anak dan Gunung Baru Jari. Dari beberapa hari pendakian, saya memperkirakan persentase antara hiker lokal dengan hiker “interlokal” adalah sekitar 30:70 persen.

Karena rasio pendaki asing lebih banyak, maka gunung Rinjani ini bisa dibilang cukup “tertib”, seperti tidak diperkenankan berisik bila telah masuk waktu tidur dan tidak diperkenankan berbicara terlalu keras oleh para porter, karena hiker-hiker asing ini biasanya merasa terganggu waktu istirahatnya dengan suara bising.

12.00  – Istirahat, makan siang, plus packing, kemudian bersiap-siap turun menuju pos Segara Anak.

14.15 – Menuju pos Segara Anak.

Suguhan trek pada awalnya adalah melipir menuruni tebing crater yang lumayan curam. Dibeberapa bagian bisa sampai 70 derajat kemiringannya. Setelah setengah perjalanan terlewati, kondisi trek kemudian agak melandai dan didominasi oleh ilalang di kanan kiri jalan. Setelah trek agak terbuka, berhati-hatilah, jangan melalui trek berlumut (arahnya cenderung terus menurun), karena selain licin, itu artinya trek ini hampir tidak pernah dilalui manusia, dan akibatnya anda bisa tersesat seperti saya, hehehe.

Trek disini sulit terbaca oleh mata telanjang, karenanya patokan yang saya gunakan pada saat mencari trek yang benar adalah, air terjun kecil, sungai kecil, dan handle tangga besi berwarna hijau di tebing kejauhan. Bila anda menemukan ketiga tanda tersebut, seharusnya peluang anda tersesat menjadi semakin kecil. Konon kabarnya, di trek tempat saya tersesat tersebut, 7 orang pendaki tewas karena tersesat dan kedinginan.

Kondisi cuaca pada saat pendakian tidak dapat diprediksi. Hujan, cerah, hujan, dan cerah kembali sering terjadi di Taman Nasional Rinjani ini. Satu hal lagi, view landscape disepanjang trek turun ini cukup baik untuk mengambil foto. Jadi siapkanlah kamera anda, dan pastikan anda membawa rain cover untuk tas kamera anda seandainya terjadi hujan.

19-15 – Sampai di pos Segara Anak

Disekitar pos Segara Anak terdapat sungai yang berfungsi mengaliri kelebihan air danau Segara Anak, air terjun, hot spring  yang dapat digunakan untuk mandi dan terletak disebelah air terjun, serta goa susu. Sumber mata air terletak cukup jauh dari pos ini, sehingga membutuhkan usaha lebih untuk mendapatkannya. Jadi alangkah baiknya anda berhemat sedikit.

20.00 – Makan malam dan istirahat

Pages: 1 2 3 4 5 6 7