Mercusuar pulau Lengkuas

Mercusuar pulau Lengkuas

Bila menyebut pulau Belitung (kadang disebut juga dengan Belitong atau Biliton), tak lengkaplah rasanya bila tidak mengunjungi pulau Lengkuas yang terletak di barat laut pulau Belitung. Atau bila anda menghadap kearah utara dari pantai Tanjung Kelayang, letaknya diarah jam sepuluh, sekitar 300 derajat barat laut.

Pulau yang masih berada dalam kecamatan Sijuk ini sejatinya merupakan ikon pulau Belitung yang terkenal dengan negeri Laskar Pelangi-nya.

Untuk mencapai pulau Lengkuas ini, bisa melalui desa Tanjung Kelayang maupun desa Tanjung Binga. Bila anda memilih desa Tanjung Kelayang  sebagai starting point-nya, maka anda bisa mampir ke pulau Pasir, pulau Babi, pulau Burung, dan pulau Kelayang terlebih dahulu sebelum akhirnya ke pulau Lengkuas. Namun bila anda mengambil rute Tanjung Binga, maka anda bisa mampir ke pulau Litung dan pulau Semaju, sebelum akhirnya menuju pulau Lengkuas.

Pulau yang hak pengelolaannya ini masih menjadi tanggung jawab Departemen Perhubungan Pusat ini tidak terlalu luas, hanya sekitar 1 hektar saja, karenanya, melakukan kegiatan eksplorasi pulau hanya dibutuhkan waktu sekitar 1 jam saja.

Disekitar pulau Lengkuas terdapat beberapa pulau kecil yang bisa di datangi hanya dengan berjalan kaki, namun untuk bisa kesana, tentunya anda harus menunggu air laut surut terlebih dahulu. Ya, walaupun bisa didatangi dengan berjalan kaki, pulau-pulau kecil ini masih terpisah oleh air laut dengan kedalaman mencapai dada orang dewasa. Jaraknya pun hanya sekitar 30 meter dari bibir pantai pulau Lengkuas. Banyak pula fotografer yang mengambil foto mercusuar dari pulau kecil ini.

Beberapa aktifitas yang dapat dilakukan dipulau  lengkuas ini diantaranya yaitu, snorkling, memancing, mengelilingi pulau, naik ke mercusuar, dan ber-foto ria. Sunset dan sunrise pun bisa anda nikmati dari pulau ini, karena letaknya yang memang sedikit keluar, kearah laut Cina Selatan. Sehingga sunset dan sunrise tidak terhalangi oleh pulau-pulau lainnya.

Chance Brothers & Co

Chance Brothers & Co

Dipulau Lengkuas inilah berdiri sebuah mercusuar yang menjadi icon pulau Belitung. Mercusuar ini merupakan produk pabrikan Chance Brothers & Co yang terletak dekat kota Birmingham. Walaupun berkarat disana-sini, mercusuar yang dibuat pada tahun 1882 ini masih berdiri dengan kokohnya.

Lampu suar

Lampu suar

Untuk naik ke bagian atas mercusuar dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dan pada bagian ter-atas mercusuar ini terdapat lampu suar yang beroperasi mulai pukul17.00 sore hingga pukul 06.00 pagi. Dengan beberapa solar panel sebagai sumber listrik sekunder dan sebuah mesin genset yang digunakan sebagai sumber listrik utama.

Interior mercusuar

Interior mercusuar

Posisi jendela pandang tiap lantainya berselang-seling. Misal, lantai 1 jendelanya menghadap ke arah timur dan utara, lantai 2 jendelanya menghadap ke barat dan selatan. Dan pada lantai 3, jendelanya kembali menghadap kearah timur dan utara, begitu seterusnya.

Melihat bangunan mercusuar ini semakin keatas semakin kecil, tiba-tiba timbul niatan iseng saya untuk menghitung jumlah anak tangga-nya lantai-per-lantai. Dari sini saya mendapati jumlah anak tangga pada lantai dasar adalah 18 anak tangga, kemudian pada lantai 1-10 masing-masing memiliki 17 anak tangga, lantai 11-13 memiliki masing-masing 16 anak tangga, lantai 14-16 memiliki masing-masing 15 anak tangga, lantai 17 memiliki 13 anak tangga, dan yang terakhir, lantai 18 memiliki 8 anak tangga.

Karena bangunan ini cukup tua, terdapat beberapa anak tangga yang harus ditopang dengan kayu agar tidak patah saat di injak oleh pengunjung. Begitupun dengan jendelanya, banyak yang termakan karat sehingga sulit untuk dibuka-tutup daun jendelanya, bahkan ada yang telah hilang sama sekali daun jendelanya dibeberapa lantai mercusuar ini. Karat juga saya temui diseluruh bagian lantai baja yang memiliki ketebalan sekitar 1,5 centimeter ini.

Konstruksi mercusuar pulau Lengkuas ini terdiri dari 71 blok silinder luar yang tersusun hingga lantai 18, dan 32 blok silinder inti yang hanya dibangun sampai lantai 15 saja. Pada lantai 16 terdapat sebuah lemari besi dengan 2 daun pintu yang berfungsi untuk menyimpan peralatan yang berkaitan dengan aktifitas mercusuar tiap harinya.

Lampu suar yang dilapisi dinding-dinding kaca disekelilingnya ini bisa menjadi sangat panas, karenanya dibuatlah lubang-lubang udara pada dinding bagian bawahnya sebanyak 15 buah dan dibuat melingkari dinding silinder mercusuar, hal ini dimaksudkan agar angin dapat masuk dari segala arah dan mengurangi suhu panas berlebih dari lampu suar kala malam hari, dan dari teriknya panas matahari disiang hari.

Solar panel sebagai sumber daya sekunder terpasang dibagian luar pada lantai 17 mercusuar. Di lantai 17 ini juga terdapat sebuah teras yang menempati setengah lingkaran mercusuar dan berukuran lebar satu meter. Teras ini digunakan untuk mempermudah proses maintenance peralatan pendukung mercusuar dari luar, serta melakukan pengecekan/pengintaian kapal-kapal yang melintas disekitaran pulau Lengkuas.Untuk memasuki bagian teras, terdapat sebuah pintu setebal 14 centimeter , tinggi 133,25 centimeter, dan lebar 590 centimeter yang keseluruhan bahannya terbuat dari besi baja padat.

“Mercusuar ini terakhir direnovasi (di hilangkan karat-karatnya dan di cat ulang) tahun 1996, kondisi ini diperparah dengan runtuhnya rezim orde baru sekitar tahun 1998, dimana subsidi pemeliharaan mercusuarnya pun ikut terhenti”, ucap salah seorang petugas mercusuar. Sungguh amat disayangkan, sebuah bangunan bersejarah yang dibiarkan rusak begitu saja tanpa ada perhatian dari pemerintah sama sekali, padahal bila bangunan sejarah ini dilestarikan tentunya dapat dijadikan bahan pendidikan bagi generasi-generasi mendatang.

Sisa tiang pancang yang menjadi karang

Sisa tiang pancang yang menjadi karang

“Dulunya disini juga ada bak mandi besar peninggalan jaman Belanda yang di-keling sekelilingnya (tidak menggunakan baut, tapi di-keling dengan pasak besi macam paku payung), tapi sayangnya sudah rusak. Ini aja udah jadi batu, ini dulunya bekas tiang bangunan penjaga”, ucap sang petugas lagi seraya menunjukkan benda lain yang berupa sisa-sisa tiang penyangga bangunan yang telah membatu seperti karang.

“Ini, pintu mercusuar yang sekarang terpasang ini (seraya menunjuk pintu masuk mercusuar dilantai dasar), sebenarnya diambil dari pintu dibagian dalam situ (seraya menunjuk pintu jeruji bagian dalam), yah, karena tidak ada biaya perawatan, jadi terpaksa harus begini”, imbuhnya lagi.

Sebagai catatan tambahan, pintu jeruji besi yang dimaksud oleh penjaga ini adalah pintu ruangan jeruji besi yang konon dahulunya digunakan sebagai ruang tahanan bagi para perompak yang tertangkap disekitar perairan pulau Belitung.

Seperti layaknya pulau yang letaknya jauh dari pulau utama, sumber listrik disini pun hanya menggunakan mesin genset yang beroperasi mulai pukul 18.00 sore hingga pukul 23.00 malam hari.

Seperti layaknya pulau-pulau kecil, sumber air bersihnya pun hanya mengandalkan wadah (bak/tendon/torrent) tadah hujan setinggi 3 meter dengan diameter mencapai 1,5 meter. Air tadah hujan ini juga biasanya digunakan untuk minum dan kegiatan MCK, baik oleh petugas, maupun oleh para pengunjung yang datang kepulau Lengkuas. Jadi bila anda suatu saat berkesempatan untuk singgah kepulau ini, bijaksanalah terhadap penggunaan air bersih.

Satu lagi, dipulau Lengkuas ini, anda juga bisa bermalam dipinggir pantai dengan mendirikan tenda sambil memanggang ikan dan memandang bintang-bintang dilangit, sungguh sebuah trip yang sempurna bukan?. Jadi, siapkan backpack anda, dan pergilah berwisata ke pulau kebanggaan masyarakat Belitung ini, pulau Lengkuas. [BEM]