Tag Archive: Savana Bekol


Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran

Hari ini Tim Terios 7 Wonders – Hidden Paradise telah memasuki hari ke-7—Oktober 7, 2013.  Sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Bali, panitia memberi kebebasan bagi para peserta untuk menjelajahi keindahan Taman Nasional Baluran yang terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Karenanya, Africa van Java ini akan saya telusuri mulai dari Savana Bekol hingga Pantai Bama.

Telat berburu sunrise Baluran sedikit banyak telah mengkonsumsi semangat saya. Kejadian-kejadian nyeleneh yang terjadi pada malam hari sampai pagi juga ikut jadi penyebabnya. Mereka membuat kesadaran saya sedikit mengambang, akibat kurangnya kualitas tidur semalam.

Sambil mengumpulkan nyawa, mata saya paksa membuka sepenuhnya. Baru sebentar bersandar pada tiang penginapan, panggilan untuk segera sarapan tiba-tiba datang. Karenanya, tanpa acara siraman muka, saya langsung ke Wisma Rusa, tempat di mana sarapan tersedia—takut gak kebagian. :p

Continue reading

Wisma Bekol, Baluran Spooky?

Wisma Bekol, Baluran Spooky?

Entah betulan atau tidak, beberapa kali saya pernah mendengar cerita, kalau Wisma Bekol (Wisma Rusa, Wisma Merak, dan Wisma Banteng) tempat kami menginap malam ini cukup angker. Demi mengetahui kebenarannya, pada artikel kali ini akan saya ajak kalian untuk membuktikannya.

Bermodal do’a sebelum tidur yang lagi-lagi lupa dibaca, berikut cerita misteri yang lumayan spooky, saya mencoba terlelap lebih cepat. Harapannya, begitu pagi menjelang, tubuh telah siap perang.

Tak lama dari pertentangan kecil seputaran adu muhrim yang terjadi sebelumnya, Giri pilih sisi master bed sebelah kiri. Kali ini dia tidur dengan memunggungi saya. Ya. Langsung memunggungi saya. Wujud pertahanan terakhir, sebagai bentuk kegelisahan yang mendalam.

Continue reading

Satwa Taman Nasional Baluran

Satwa Taman Nasional Baluran

Pada kunjungan kali ini saya cukup beruntung daripada tahun lalu, karena selain berkesempatan menjelajah Indonesia dengan sang Sahabat Petualang, Daihatsu Terios, dalam satu waktu, 23 teman baru juga saya dapatkan. Bersama dengan keluarga besar Terios 7 Wonders pulalah banyak cerita tentang Baluran saya dapatkan. Karena mungkin, tidak banyak dari teman-teman sekalian yang mengetahui kehidupan binatang dan tumbuhan di Taman Nasional (TN) Baluran, kali ini ijinkan saya berbagi cerita tentang mereka ya.

Banteng (Bos Javanicus)

Setahun telah berlalu ketika pertama saya datang ke tempat ini. Kala itu kandang penangkaran banteng yang posisinya berada di belakang kantor ranger Bekol baru seminggu dibangun. Kini penangkaran telah berjalan. Penghuninya 3 ekor banteng dari Taman Safai Indonesia (TSI) Prigen.

Continue reading

Bukan Muhrim!

Bukan Muhrim!

Mari kita flashback ke belakang. Waktu ketika Tim Terios 7 Wonders baru saja menginjak Taman Nasional Baluran, sebelum melakukan petualangan safari malam.

Sebelum makan malam disajikan, Pak Endi mengumpulkan seluruh peserta di halaman depan Wisma Rusa, Bekol (-7.83857,114.439269). Bukan untuk salam “rantai kapal,” tapi pembagian kamar. Seperti biasa, begitu nama saya disebut, Pak Endi selalu menggunakan aksen khas Mbah Triman, pelawak srimulat kawakan, “Mbhaaam… bhaaanggg,” sambil mangap-mangap.

Tak mau kalah, mangap-mangap pula saya menjawab panggilannya, “Shaaaa…. yhaaa… Phaaak,” sambil tertawa, karena geli sendiri.

“Kamu sama Giri di kamar 10.”

“Siap Pak!”

Continue reading

Safari Malam Taman Nasional Baluran

Safari Malam Taman Nasional Baluran

Butuh perjalanan sejauh 10 jam dari Desa Ranu Pani, untuk sampai di Taman Nasional Baluran (TN Baluran). Selesai santap malam di Wisma Bekol—tempat kami menginap—Pak Endi mengajukan pertanyaan kepada segenap Tim Terios 7 Wonders, adakah kiranya yang mau melanjutkan lelahnya perjalanan dengan safari malam. Dan, tentu saja, sebagai petualang yang baik, tawaran menarik itu tidak boleh disia-siakan. Mayoritas siap.

Adalah Pak Tasman, seorang petugas TN Baluran—kebetulan mendapat jadwal jaga di Savana Bekol—yang menjadi pemandu Safari Malam Baluran kami. Perawakannya kurus dengan tubuh yang tidak tinggi, juga tidak pendek. Pria paruh baya ini berkulit sawo matang dan asli Madiun.

“Macan Tutul dan Macan Kumbang biasanya menampakkan diri pada sore hari,” katanya, membuka percakapan safari malam. Menurutnya, jumlah macan di taman nasional ini masih banyak. Mereka biasa menampakkan diri di arah jalan keluar menuju Bantengan dan sekitar portal masuk kawasan taman nasional. “Di Baluran jumlah mereka masih banyak,” imbuhnya.

Continue reading