https://simplyindonesia.files.wordpress.com/2014/08/gua-grubug-gua-jomblang-perjalanan-penuh-pertaruhan.jpg

Gua Grubug dan Gua Jomblang

Flashback ke awal tahun 2010 silam, saat di mana Gua Jomblang (-8.031726, 110.639215)—yang terletak di sebelah tenggara pusat Kota Jogjakarta—belum setenar sekarang…

Saat itu, istilah backpacker atau backpacking baru-barunya booming di Indonesia, ‘menggantikan’ istilah “jalan-jalan, ”traveling, atau “main,” yang sebelumnya saya tahu dan lakukan sejak duduk di bangku SMA.

Jumlah operator caving Goa Jomblang saat itu baru terbilang satu-dua. Itu pun tidak resmi, alias based on request, dan dengan harga tawaran yang relatif mahal untuk ukuran kantong saya dan teman-teman; 550,000Rp per orang.

Kami segera mencari alternatif operator lain yang mampu menawarkan harga yang lebih terjangkau. Pencarian ini berhasil. Kami dapati Operator X sebagai operator pilihan, karena mereka bisa menawarkan harga yang jauh lebih murah; 150,000Rp.

Sebelum cerita ini dilanjutkan, ada beberapa catatan yang terlebih dulu ingin saya sampaikan:

  • There is a thin line between bravery and stupidity. Pengalaman “bertaruh nyawa” pada artikel ini adalah kombinasi keduanya. Jangan pernah mempertaruhkan nyawa kecuali dalam keadaan sangat amat terpaksa.
  • Dokumentasi foto pribadi, sementara absen di artikel ini. Tahunan dokumentasi foto perjalanan saya kompak rusak bersama harddisk yang tiba-tiba ngadat. Alhamdulillah, edisi Gua Jomblang & Gua Grubug termasuk di dalamnya.

Continue reading