Cara Efektif Bertahan Hidup di Air Menggunakan Teknik Uitemate

Cara Efektif Bertahan Hidup di Air Menggunakan Teknik Uitemate

Untuk para pecinta wisata air. Ini bukanlah sesuatu yang kita harapkan, bahkan boleh jadi, tak pernah terpikirkan: Worst case scenario. Bertahan hidup (survival) di perairan dalam dengan rentang waktu yang relatif panjang. Tanpa pelampung, kapal tiba-tiba karam membentur karang di tengah lautan macam Titanic. Atau, kapal tiba-tiba tenggelam karena terlalu banyak muatan atau dihempas gelombang macam Van der Wijck. Penumpangnya, tak sengaja jatuh ke laut, sungai, atau danau, saat kapal sedang melaju. Dan tak seorang pun mengira bakal mengalami kejadian itu.

Contoh kasus kecelakaan di atas tentu terasa menyeramkan. Suka atau tidak, kejadian-kejadian ini mungkin saja terjadi pada diri kita tanpa bisa dihindari. Soal kapal kelebihan muatan dan tenggalam, misalnya. Di Indonesia relatif banyak contohnya. Namun demikian, saya tidak akan membahas tentang bagaimana sebuah kecelakaan serupa ini bisa terjadi. Di sini kita hanya akan bicara tentang bagaimana cara memperkecil jumlah korban dengan teknik bertahan hidup di air yang berasal dari negara Jepang; Uitemate.

Continue reading