Category: Landscapes


View Dari Puncak Gunung Margoboyo, Wonogiri

View Dari Puncak Gunung Margoboyo, Wonogiri

Saya mengetahui adanya Gunung Margoboyo sesaat sebelum berangkat ke Wonogiri. Clue yang saya dapatkan hanya… ‘bagus tempatnya, coba aja kesana!’, that’s it!. No more.

‘Okelah tempatnya emang bagus. Lah, terus gimana cara gw kesana? Lewat mana pula?’, total blind.

Sekarang anda tahu kan, kenapa saya menyebut perjalanan ini dengan blind trip? Trip ke Gunung Margoboyo saya anggap sebagai bonus pada awalnya. Lokasi yang hanya bisa/akan saya kunjungi bila mendapatkan informasi tambahan yang memadai. Dan pada kenyataanya, informasi tersebut justru saya dapatkan sepanjang perjalanan menuju ke Gunung Margoboyo ini. Continue reading

Wonogiri… mungkin banyak dari anda yang bertanya-tanya, objek  wisata seperti apa sih yang bisa dikunjungi di Wonogiri?

Walaupun Wonogiri terkenal dengan rawan kekeringannya, tapi jangan salah, Wonogiri juga menyimpan beberapa potensi objek wisata yang patut dikunjungi lho. Mari kita inventaris satu persatu:

Wisata pantai:

  1. Pantai Sembukan
  2. Pantai Nampu

Wisata goa:

  1. Goa Ngantap
  2. Goa Putri Kencono
  3. Goa Tembus
  4. Goa Sodong

Wisata Sejarah dan Budaya:

  1. Tugu Pusaka
  2. Prasasti Nglaroh
  3. Museum Karst
  4. Museum Wayang
  5. Monumen Bedol Desa
  6. Gunung Giri

Wisata Air:

  1. Air Terjun Sentren
  2. Sendang Siwani
  3. Sendang Asri
  4. Waduk Gajah Mungkur
  5. Kahyangan

Lantas dari daftar beberapa objek wisata yang dimiliki Wonogiri tersebut diatas, yang manakah yang akan saya bahas?… Tidak satupun!. ‘Lah gimana sih ini?!…’, begitu mungkin reaksi anda. ‘Ehh, suka-suka dong, kan saya yang nulis artikelnya…’, hehe.

Tenang, saya justru akan membahas potensi wisata non mainstream yang dimiliki oleh Kabupaten Wonogiri, khususnya Dusun Timoyo dan Dusun Banasan. Continue reading

Pernah mendengar istilah ‘burning day’? yah, setidaknya saya dan teman-teman backpacker yang tergabung dalam satu komunitas menyebutnya seperti itu. Sebuah ritual copy-paste antar-teman  perihal foto-foto kegiatan yang telah selesai dilaksanakan sebelumnya.

Lalu apa yang membedakan burning day kali ini? Bedanya terletak pada ‘kepemilikan’ tujuan wisata akhir pekan. Hampir semua teman memiliki rencana perjalanan wisatanya masing-masing, kecuali saya, hiks.

Long weekend tanpa tujuan ibarat menonton film Charlie Chaplin. Tanpa suara, tanpa warna, semuanya serba two tone. It’s a ‘dead beat’.

Peta Kabupaten Wonogiri

Peta Kabupaten Wonogiri

Tidak mau kalah dengan yang lain, akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke Wonogiri, sebuah tempat yang memang sejak lama saya ingin datangi, namun belum juga terwujud.

Walaupun sudah lama sekali saya ingin ke Wonogiri, tapi sebenarnya perjalanan ini bisa dianggap trip dadakan, karena saya tidak merencanakannya sama sekali. Dan tidak tahu sama sekali potensi objek wisata non mainstream apa yang dimiliki oleh Kabupaten Wonogiri. Motivasi awalnya, saya hanya ingin mengunjungi saudara saya yang tinggal disana, bila kemudian ada informasi objek wisata ‘unik’ yang bisa saya capai, saya anggap hal itu sebagai bonus perjalanan kali ini. Continue reading

Tidak jarang kita kecewa dengan hasil foto yang diambil pada saat perjalanan (atau yang biasa disebut dengan travel photography). Sebagian besar hasil foto perjalanan yang kita peroleh sangat biasa sekali, dua kali atau bahkan ada yang sampai berkali-kali, hehe. Langitnya? Oke. Tempatnya? Keren banget!. Kameranya? Juga ga cupu-cupu amat. Terus apa yang kurang ya? Ada yang kurang tuh, kom…po…si…si, ya, benar, komposisi.

Berbicara komposisi, adalah berbicara tentang kreatifitas. Lalu bagaimana dengan aspek-aspek teknis pendukungnya? Apakah itu tidak penting? Pasti penting. Dengan pengetahuan teknis yang lebih tinggi, hasil (baca: foto) yang diperolehpun secara otomatis ikut terdongkrak. Tapi mari kita singkirkan dulu segala aspek teknis tersebut untuk sementara ini :D.

Banyak orang yang mengira bahwa photography itu ya “kamera DSLR”. Maksudnya gimana nih? Maksudnya, setiap pembicaraan tentang sesuatu yang berbau “photography” yang ada dibenak tiap orang itu pasti ngomongin soal DSLR. Terutama mereka yang “hanya” memiliki/menggunakan handphone atau kamera pocket sebagai alat bantu memotret.

“Gimana hasil foto perjalanan lu gak bagus, lah lu kan pake kamera DSLR!”. Begitu kira-kira respon yang selalu didapat oleh setiap orang yang memiliki kamera DSLR dan hampir semua fotonya bagus-bagus. Mindset ini juga pernah hinggap di otak saya sebagai suatu pakem bahwa photography itu adalah semua hal yang berkaitan dengan kamera DSLR. Mindset yang sama ketika saya hanya memiliki kamera pocket pada waktu itu.

Seiring waktu saya punya kamera DSLR sendiri. Dan ditahap-tahap awal saya memiliki kamera DSLR, saya pun kemudian menyadari kesalahan mindset saya sebelumnya. Bahwa pendapat sejenis “kalo lu mau dapet gambar bagus, ya harus pake kamera DSLR dong” adalah SALAH BESAR. Ini terbukti dengan hasil-hasil foto perjalanan yang sangat menyayat hati saya ketika berkali-kali pertama menggunakan kamera DSLR. Bisa dibilang hasil jepretan kamera pocket saya itu malah jauh lebih baik ketimbang hasil jepretan menggunakan kamera DSLR. Amin. *apasi.

Sebuah kamera DSLR hanya akan menghasilkan metadata yang lebih kompleks daripada kamera pocket atau kamera handphone. Tidak peduli apapun jenis kamera yang kita punya, untuk menghasilkan foto yang sedap dipandang mata masih membutuhkan satu hal lagi, yaitu komposisi. Kamera dengan menu pengaturan yang canggih tidak akan berarti apa-apa tanpa keterlibatan komposisi yang baik.

Kamera DSLR boleh saja memiliki jauh lebih banyak pengaturan-pengaturan yang kompleks, tapi tahukah anda bahwa “komposisi” tidak terdapat didalam menu kamera jenis apapun? Gak percaya? Silahkan cek sendiri di kamera masing-masing, hehehe.

Oke, terus, definisi komposisi itu sendiri apa sih? Menurut situs Wikipedia, komposisi adalah kombinasi beberapa elemen visual dari beberapa sumber terpisah sehingga menjadi satu kesatuan gambar/foto yang utuh. Setelah tahu definisinya, sekarang waktunya kita melihat, apa aja sih faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam proses meng-komposisi ini.

Continue reading


Peta Tanjung Papuma

Peta Tanjung Papuma

Tanjung Papuma merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun tahukah anda bahwa pada tahun 2001 silam. Objek wisata ini pernah mengalami kerugian hingga mencapai puluhan juta rupiah. Melemahnya manajemen akibat perdebatan hak pengelolaan Kawasan Wisata Tanjung Papuma ditengarai menjadi penyebabnya.

Namun, lain dulu lain sekarang. Kini Tanjung Papuma telah berbenah diri. Objek wisata yang memiliki luas 25 hektar dan dikelilingi hamparan pasir putih sepanjang 1,5 kilometer ini telah sepenuhnya berada dalam pengawasan Perum Perhutani Jawa Timur.

Continue reading

 

Mercusuar pulau Lengkuas

Mercusuar pulau Lengkuas

Bila menyebut pulau Belitung (kadang disebut juga dengan Belitong atau Biliton), tak lengkaplah rasanya bila tidak mengunjungi pulau Lengkuas yang terletak di barat laut pulau Belitung. Atau bila anda menghadap kearah utara dari pantai Tanjung Kelayang, letaknya diarah jam sepuluh, sekitar 300 derajat barat laut.

Pulau yang masih berada dalam kecamatan Sijuk ini sejatinya merupakan ikon pulau Belitung yang terkenal dengan negeri Laskar Pelangi-nya.

Untuk mencapai pulau Lengkuas ini, bisa melalui desa Tanjung Kelayang maupun desa Tanjung Binga. Bila anda memilih desa Tanjung Kelayang  sebagai starting point-nya, maka anda bisa mampir ke pulau Pasir, pulau Babi, pulau Burung, dan pulau Kelayang terlebih dahulu sebelum akhirnya ke pulau Lengkuas. Namun bila anda mengambil rute Tanjung Binga, maka anda bisa mampir ke pulau Litung dan pulau Semaju, sebelum akhirnya menuju pulau Lengkuas.

Continue reading

Sunset at Parangndog

Sunset at Parangndog

Menikmati sunset di pantai Parang Tritis adalah kegiatan yang paling saya sukai ketika berada di Yogyakarta. Pantai sepanjang 30 km ini merupakan salah satu objek wisata yang sangat ramai dan umumnya dikunjungi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

Salah satu tempat yang paling ideal untuk menikmati pemandangan sore pantai Parang Tritis ini menurut saya adalah dari landasan olah raga paragliding yang berada ditebing Parangndog.

Continue reading

Tubing

 

United we stand (photo by MariaIna)

United we stand

Tubing merupakan salah satu kegiatan alam terbuka yang terbilang baru. Umumnya hanya dapat dilakukan pada sungai-sungai dengan aliran air yang tidak terlalu deras atau tidak memiliki jeram besar yang membahayakan. Bila rafting menggunakan perahu karet yang cukup kuat, tubbing justru memanfaatkan ban-ban dalam bekas kendaraan truk yang cukup besar.

Dalam aplikasinya, beberapa ban bekas tersebut bisa dikaitkan antara satu dengan yang lainnya sehingga menyerupai rakit, bisa juga digunakan secara terpisah alias sendiri-sendiri. Tubing sebaiknya tidak dilakukan di musim hujan, karena dikhawatirkan datangnya air bah secara tiba-tiba.

Continue reading

Eksotisme Tangkahan

image copyright by their respective

Tangkahan Visitor Center

Sebelum beraktifitas di kawasan Tangkahan, pastikan anda telah melaporkan diri di Tangkahan Visitor Center. Umumnya, petugas menunjuk seorang guide yang akan memandu seluruh aktifitas selama anda berada disini.

Dari Visitor Center, jalan menuju campsite tidak berbeda jauh seperti jalan-jalan dari Simpang Robert menuju Tangkahan. Dominasi kebun kelapa sawit masih terlihat disini. Dengan binatang peliharaan masyarakat setempat seperti sapi dan kambing yang dibiarkan saja lepas mencari makan sendiri.

Untuk ke camp site, anda harus berjalan kaki sekitar 15 menit melalui satu-satunya jalan utama yang tersedia. Bila ingin lebih cepat, anda harus melipir keluar dari jalan utama masuk ke jalan setapak.

Continue reading

Perjalanan

Bus Pembangunan Semesta (photo by dwibayu)

Bus Pembangunan Semesta

Bila ada tempat yang membuat saya ingin kembali, walaupun pernah kesana, tempat itu pastilah Tangkahan. Sebuah tempat yang terpencil yang terletak di Provinsi Sumatra Utara. Tidak terlalu sulit untuk mencapai lokasi, karena angkutan umum menuju Tangkahan ini, walaupun jumlahnya hanya dalam hitungan jari, tersedia di terminal Pinang Baris, Medan. Namun terkadang, bis ber-titel Pembangunan Semesta yang beroperasi mulai dari Medan ini, hanya berhenti di pertigaan Batang Serangan, sehingga anda harus melanjutkan dengan berganti kendaraan, yang juga Pembangunan Semesta jurusan Medan-Tangkahan, lho?, karena jarak yang cukup jauh, sekitar 1 jam 40 menit mencapai Tangkahan, dari pertigaan Batang Serangan, mereka (armada Pembangunan Semesta) lebih memilih ngetem disini, ketimbang harus ke Medan dan bermacet-macet dijalanan kota.

Ongkos dari terminal Pinang Baris, Medan ke Tangkahan pun relatif murah, yaitu 15.000 rupiah. Namun bila anda mengalami nasib serupa saya, yang harus dioper-oper sana-sini, ongkosnya menjadi 18.000 rupiah. 8.000 pertama untuk rute Pinang Baris – Batang Serangan. Dan 10.000 berikutnya untuk rute Batang Serangan – Tangkahan.

Continue reading

Teluk Kiluan, Lampung

Laguna Pulau Kelapa, Kiluan

Laguna Pulau Kelapa, Kiluan

.

Laguna Timur Pulau Kelapa, Kiluan

Laguna Timur Pulau Kelapa, Kiluan

.

Pantai Pulau Kelapa

Pantai Pulau Kelapa

.

Lumba-lumba teluk Kiluan

Lumba-lumba teluk Kiluan

.

Sisi Barat Pulau Kelapa 1

Sisi Barat Pulau Kelapa 1

.

Sisi Utara Pulau Kelapa 1

Sisi Utara Pulau Kelapa 1

.

Sisi Timur Laut Pulau Kelapa

Sisi Timur Laut Pulau Kelapa

Taman Nasional Gde Pangrango

Taman Nasional Gde Pangrango

5 Taman nasional tertua di Indonesia, salah satunya adalah Taman Nasional Gde Pangrango

1977 Ditetapkan sebagai zona inti dari Cagar Biosfer Cibodas oleh UNESCO Man and Biosphere

15,196 Ha, luasan awal Taman Nasional Gde Pangrango yang ditetapkan secara resmi oleh Menteri Pertanian pada tanggal 6 Maret 1980

21.975 Ha, perluasan yang ditetapkan berdasarkan SK Menhut No. 174/Kpts-I bertanggal 10 Juni 2003

100 Kilometer dari Jakarta

Continue reading

Ujung Kulon, Banten

Rainy Day At Ujung Kulon

Rainy Day At Ujung Kulon

 

Kano From Cigenter

Kano From Cigenter

 

Karang Copong at Peucang Island

Karang Copong at Peucang Island

 

Huge Tree at Peucang Island Jungle

Huge Tree at Peucang Island Jungle

 

Bagang Near Taman Jaya Village

Bagang Near Taman Jaya Village