Category: General


Pernah mendengar istilah ‘burning day’? yah, setidaknya saya dan teman-teman backpacker yang tergabung dalam satu komunitas menyebutnya seperti itu. Sebuah ritual copy-paste antar-teman  perihal foto-foto kegiatan yang telah selesai dilaksanakan sebelumnya.

Lalu apa yang membedakan burning day kali ini? Bedanya terletak pada ‘kepemilikan’ tujuan wisata akhir pekan. Hampir semua teman memiliki rencana perjalanan wisatanya masing-masing, kecuali saya, hiks.

Long weekend tanpa tujuan ibarat menonton film Charlie Chaplin. Tanpa suara, tanpa warna, semuanya serba two tone. It’s a ‘dead beat’.

Peta Kabupaten Wonogiri

Peta Kabupaten Wonogiri

Tidak mau kalah dengan yang lain, akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke Wonogiri, sebuah tempat yang memang sejak lama saya ingin datangi, namun belum juga terwujud.

Walaupun sudah lama sekali saya ingin ke Wonogiri, tapi sebenarnya perjalanan ini bisa dianggap trip dadakan, karena saya tidak merencanakannya sama sekali. Dan tidak tahu sama sekali potensi objek wisata non mainstream apa yang dimiliki oleh Kabupaten Wonogiri. Motivasi awalnya, saya hanya ingin mengunjungi saudara saya yang tinggal disana, bila kemudian ada informasi objek wisata ‘unik’ yang bisa saya capai, saya anggap hal itu sebagai bonus perjalanan kali ini. Continue reading

image copyright by their respective

Liburan, enaknya kemana nih ya ...

Pasti sering kan, anda mengalami kesulitan membuat rencana perjalanan atau yang lebih dikenal dengan sebutan itinerary? Kalau itu yang anda alami, berarti kita senasib, hehe. Dari beberapa kali perjalanan yang pernah saya lakukan, membuat itinerary itu terasa sangat sulit, apalagi kalau tempat yang hendak kita kunjungi tersebut masih jarang sekali informasinya. Kalau sudah begini kondisinya, biasanya kita akan berpikir “ahh, udah lah, gw cari tempat laen aja deh”, atau “yah, mau gimana lagi? Infonya aja susah banget nyarinya”. Kalau anda sering mengalami hal ini, saya akan sangat maklum, karena saya pun merasa demikian.

Sampai pada akhirnya, saya mencoba menganalisa, sebenarnya dimana sih letak kesulitan saya? Apakah sedemikian sulit? Tidak bisakah “mahluk” ini saya taklukkan? Apakah hal ini hanya dialami oleh saya seorang diri? Apakah teman-teman yang lain tidak mengalami kesulitan seperti yang saya alami? Hmm…

Dari beberapa pertanyaan tersebut diatas, saya mendapatkan beberapa pencerahan, setidaknya ini berasal dari pengalaman pribadi saya ketika saya hendak melakukan sebuah perjalanan backpacking. Dan beberapa hal tersebut adalah:

Durasi

Durasi perjalanan ini sangat penting untuk diketahui diawal-awal anda membuat rencana perjalanan atau itinerary, karena dengan mengetahui durasi perjalanan secara tepat, factor-faktor pendukung perjalanan yang lainnya seperti waktu keberangkatan dan waktu kembali, jenis akomodasi, total biaya, dan lain-lainnya dapat dihitung secara cermat.

Continue reading

Tidak jarang kita kecewa dengan hasil foto yang diambil pada saat perjalanan (atau yang biasa disebut dengan travel photography). Sebagian besar hasil foto perjalanan yang kita peroleh sangat biasa sekali, dua kali atau bahkan ada yang sampai berkali-kali, hehe. Langitnya? Oke. Tempatnya? Keren banget!. Kameranya? Juga ga cupu-cupu amat. Terus apa yang kurang ya? Ada yang kurang tuh, kom…po…si…si, ya, benar, komposisi.

Berbicara komposisi, adalah berbicara tentang kreatifitas. Lalu bagaimana dengan aspek-aspek teknis pendukungnya? Apakah itu tidak penting? Pasti penting. Dengan pengetahuan teknis yang lebih tinggi, hasil (baca: foto) yang diperolehpun secara otomatis ikut terdongkrak. Tapi mari kita singkirkan dulu segala aspek teknis tersebut untuk sementara ini :D.

Banyak orang yang mengira bahwa photography itu ya “kamera DSLR”. Maksudnya gimana nih? Maksudnya, setiap pembicaraan tentang sesuatu yang berbau “photography” yang ada dibenak tiap orang itu pasti ngomongin soal DSLR. Terutama mereka yang “hanya” memiliki/menggunakan handphone atau kamera pocket sebagai alat bantu memotret.

“Gimana hasil foto perjalanan lu gak bagus, lah lu kan pake kamera DSLR!”. Begitu kira-kira respon yang selalu didapat oleh setiap orang yang memiliki kamera DSLR dan hampir semua fotonya bagus-bagus. Mindset ini juga pernah hinggap di otak saya sebagai suatu pakem bahwa photography itu adalah semua hal yang berkaitan dengan kamera DSLR. Mindset yang sama ketika saya hanya memiliki kamera pocket pada waktu itu.

Seiring waktu saya punya kamera DSLR sendiri. Dan ditahap-tahap awal saya memiliki kamera DSLR, saya pun kemudian menyadari kesalahan mindset saya sebelumnya. Bahwa pendapat sejenis “kalo lu mau dapet gambar bagus, ya harus pake kamera DSLR dong” adalah SALAH BESAR. Ini terbukti dengan hasil-hasil foto perjalanan yang sangat menyayat hati saya ketika berkali-kali pertama menggunakan kamera DSLR. Bisa dibilang hasil jepretan kamera pocket saya itu malah jauh lebih baik ketimbang hasil jepretan menggunakan kamera DSLR. Amin. *apasi.

Sebuah kamera DSLR hanya akan menghasilkan metadata yang lebih kompleks daripada kamera pocket atau kamera handphone. Tidak peduli apapun jenis kamera yang kita punya, untuk menghasilkan foto yang sedap dipandang mata masih membutuhkan satu hal lagi, yaitu komposisi. Kamera dengan menu pengaturan yang canggih tidak akan berarti apa-apa tanpa keterlibatan komposisi yang baik.

Kamera DSLR boleh saja memiliki jauh lebih banyak pengaturan-pengaturan yang kompleks, tapi tahukah anda bahwa “komposisi” tidak terdapat didalam menu kamera jenis apapun? Gak percaya? Silahkan cek sendiri di kamera masing-masing, hehehe.

Oke, terus, definisi komposisi itu sendiri apa sih? Menurut situs Wikipedia, komposisi adalah kombinasi beberapa elemen visual dari beberapa sumber terpisah sehingga menjadi satu kesatuan gambar/foto yang utuh. Setelah tahu definisinya, sekarang waktunya kita melihat, apa aja sih faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam proses meng-komposisi ini.

Continue reading

A. Calo

Image copyright by their respective

Calo

Tentu anda sudah tidak asing lagi dengan yang satu ini. Mereka hampir selalu ada dimanapun konsentrasi angkutan umum berada. Apalagi pada masa-masa high-season semisal liburan sekolah atau hari-hari besar lainnya. Walaupun aparat berwenang sering melakukan razia atas keberadaannya, mereka tetap tumbuh subur seperti jamur dimusim hujan.

Yang lazim mereka lakukan adalah menaikkan harga (umumnya jauh diatas harga normal) secara sepihak demi keuntungan pribadi. Ada yang memaksa secara terang-terangan, ada juga yang menawarkan jasanya secara sembunyi-sembunyi.

Ada beberapa factor pemicu yang membuat para calo ini bebas menaikkan harga seenaknya, diantaranya:

  1. Lemahnya pengawasan petugas berwenang terkait percaloan di pusat-pusat konsentrasi angkutan umum seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara.
  2. Kebutuhan mendesak calon penumpang untuk sampai ke suatu tujuan tertentu
  3. Sulitnya mendapatkan tiket untuk tujuan dimaksud (biasanya terjadi pada saat high-season)
  4. Para calo tersebut melihat anda sebagai pendatang, sehingga mereka berpikir “sah-sah” saja menaikkan harga sesuai keinginan mereka. Atau biasa kita sebut dengan “main tembak” harga.
  5. Sulitnya angkutan umum yang melayani trayek sesuai tujuan anda. Bisa karena jumlahnya yang memang sedikit, atau karena telah melebihi jam operasional angkutan umum tersebut. Dibeberapa daerah di Indonesia, jam operasional angkutan umum ini biasanya lebih cepat ketimbang di kota-kota besar. Beberapa kemungkinan yang membuat hal ini terjadi adalah jumlah penduduk yang masih jarang disuatu daerah tertentu (terpencil). Bisa juga dikarenakan medan yang cukup sulit.

Solusi:

Bila memungkinkan, pesanlah tiket jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan anda. Bila anda tipikal “on-the-fly”, usahakan tiba dilokasi lebih awal dimana konsentrasi angkutan umum tersebut berada. Atau anda juga dapat memberhentikan angkutan umum tersebut ditengah jalan (bukan diterminal atau di pool) bila anda menggunakan bus sebagai moda transportasi. Untuk urusan harga, anda dapat menanyakannya kepada penumpang lain didalam angkutan umum tersebut, sehingga harga yang anda bayar tidak terlalu tinggi.

Continue reading

Anda mungkin telah mengenal gili sister’s (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air), tapi apakah Anda juga tahu, bahwa ada jajaran kepulauan yang menyerupai gili sister di bagian barat daya pulau Lombok?

Dermaga Pulau Gili Nanggu

Dermaga Pulau Gili Nanggu

Bila dilihat di peta, Gili Nanggu merupakan pulau paling ujung dari sebaris pulau lainnya yang memiliki kemiripan bentuk dengan Gili Sister’s. Mulai dari yang terdekat dengan mainland adalah Gili Sudak, di tengah-tengah terdapat Gili Tangkong, baru kemudian Gili Nanggu yang letaknya paling luar diantara barisan pulau-pulau tersebut.
Continue reading

Batu Night Spectacular, Malang, Jawa Timur

Batu Night Spectacular, Malang, Jawa Timur

Tidak sulit untuk mencari tempat wisata malam hari di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Datang saja ke Batu Night Spectacular (BNS), yang memang khusus buka dari sore hingga malam hari. Obyek wisata yang didirikan di areal seluas tiga ribu meter persegi ini mengedepankan konsep hiburan malam baik indoor maupun outdoor dengan aneka wahana permainan dan atraksi lampu warna warni yang memanjakan mata. Sejak baru dibuka di awal Januari 2009, hingga saat ini BNS tetap mampu menarik ratusan wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang berkunjung.

 

Menuju lokasi wisata

Akses menuju obyek wisata ini terbilang cukup mudah. Baik menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Jika menggunakan angkutan umum dari Malang, anda tinggal mencari angkutan umum yang menuju terminal Landungsari dan naik angkutan lain menuju terminal Batu. Tersedia papan petunjuk jalan menuju BNS, anda tidak perlu khawatir akan tersesat.

Continue reading

“Serem gak sih cewek jalan sendiri?”, sebuah pertanyaan yang seringkali saya dapatkan dari beberapa teman wanita yang ingin melakukan backpacking trip namun masih ragu dan takut untuk melakukannya seorang diri.

Sulitnya  mencocokkan jadwal liburan dengan beberapa teman, membuat saya akhirnya beberapa kali melakukan perjalanan seorang diri. Beberapa kali menjadi freelance fasilitator  juga seringkali membuat saya harus berangkat seorang diri ke lokasi, yang tempatnya selalu berada di luar kota dan sering kali diwaktu yang agak abnormal, terlalu malam atau terlalu pagi L

Dari beberapa kali pengalaman backpacking seorang diri ini, ada beberapa hal yang selalu saya persiapkan sebelum saya melakukan solo backpacking trip ini, dan ini adalah beberapa tips dari saya:

Continue reading

Wisma Diklat Bina Marga Bandung (Wisma PU ___Pekerjaan Umum)
Jl. L.L. RE. Martadinata No. 119 Bandung, 40114
Telp : (022) 720.7062
Fax : (022) 720.7061
Rate : 100.000 – 150.000 / malam
Kapasitas : Hingga 4 orang/kamar

Bagi saya yang notebene seorang backpacker, harga 100.000 rupiah masih tergolong mahal mengingat kebutuhan tempat ini hanya untuk tidur dan mandi saja, karena pada umumnya, prosesi tidur ini saya lakukan tidak lebih dari 5 jam saja, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke objek wisata lainnya. karenanya, Wisma Wanita yang letaknya berseberangan dengan wisma PU ini, yang mematok harga 250.000 permalam, dengan kapasitas (juga) mencapai 4 orang perkamar, saya anggap sangat mahal, bukan karena kikir, namun lebih berorientasi ke budget, hehe.

Bila anda memiliki informasi penginapan murah lainnya, anda bisa menghubungi saya via email di bng41(at) yahoo(dot)com atau dengan meninggalkan komentar dibawah artikel ini. Dan tentunya, saya dan visitor lain blog ini akan sangat berterima kasih atas kebaikan hati anda membantu rekan-rekan lain yang membutuhkan informasi penginapan murah di kota Bandung.

Tentu anda pernah mendengar ungkapan “Berbuat baiklah, maka Tuhan akan berbuat baik kepada anda”. Dan akhirnya, semoga kebaikan selalu menyertai anda semua, amin. [BEM]

Continue reading

Banyak orang yang melakukan perjalanan tanpa persiapan sama sekali, “go show aja deh”, begitu kira-kira komentar mereka pada saat hendak melangsungkan perjalanan. Berikut sedikit tips sebelum melakukan perjalanan.

Istirahat Cukup

istirahat cukup (image copyright by their respective)

istirahat cukup

Kegiatan yang kelihatannya sepele ini sebenarnya berpengaruh cukup besar terhadap sukses tidaknya suatu perjalanan. Kurangnya istirahat dapat memicu gangguan mental dan fisik. Bila salah satunya terganggu, bukan tidak mungkin  perjalanan yang semula menyenangkan berbalik 180 derajat menjadi perjalanan yang membosankan. Tambahkan sedikit dengan terpencilnya lokasi perjalanan anda, maka perjalanan anda menjadi sebuah malapetaka sempurna. Ingat, Setiap kegiatan outdoor hampir dapat dipastikan, selalu menuntut waktu (aktifitas) yang lebih banyak daripada kegiatan harian seperti bekerja dan bersekolah. Dengan kata lain, waktu istirahat anda jauh lebih sedikit lagi dari biasanya. Selain kondisi tubuh menjadi fit dan awareness terjaga, istirahat yang cukup juga dapat membuat perjalanan anda jauh lebih menyenangkan.

Continue reading

Sebagai anak dari seorang anggota TNI, Saya sering kali berpindah sekolah mengikuti kemanapun sang ayah di tugaskan. Kota yang beruntung menjadi titik awal proses nomaden Saya kala itu adalah Balikpapan. Saat itu Saya masih duduk dikelas 2 sekolah dasar.

Kini, sekian tahun telah berlalu. Perasaan kangen akan kota Balikpapan membuat Saya selalu ingin kembali ke sana. Dan kesempatan itu akhirnya datang pada Saya, kira-kira pertengahan tahun 2008 yang lalu, sebuah maskapai penerbangan swasta yang terkenal dengan tiket promo-nya, telah turut andil mengantarkan Saya menghabiskan waktu beberapa hari di Balikpapan dan kota-kota sekitarnya.

Terik matahari khas Kota Minyak –yah, Balikpapan juga di kenal dengan sebutan Kota Minyak- menyambut kedatangan Saya di bandara Sepinggan. Dari sinilah perjalan Saya berawal. Selain tempat-tempat baru, tentu saja Saya tidak akan melewatkan beberapa tempat yang masih menyimpan kenangan tentang perjalanan hidup Saya kala itu. Berikut ini adalah kisahnya …

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Pemandian Air Panas Cipanas Galunggung

Pemandian Air Panas Cipanas Galunggung

Berendam air panas sepertinya adalah pilihan yang paling tepat untuk menghilangkan rasa penat dan lelah setelah menikmati keindahan Kawah Galunggung. Saya memilih pemandian air panas Cipanas yang terletak dekat dengan pintu gerbang Taman Wisata Kawah Galunggung.

Sambutan pertama yang saya terima adalah “SELAMAT DATANG TAMAN PARKIR OBJEK WISATA CIPANAS GALUNGGUNG RETRIBUSI DINAS PENDAPATAN DAERAH (DISHUB) KAB. TASIK MALAYA” yang terlihat di plang depan tempat parkir pemandian ini. Rupanya pemda setempat memang sangat peduli dengan kenyamanan pengunjung pemandian ini, sehingga memfasilitasi pemandian ini dengan taman parkir yang luas dan juga tempat bermain anak-anak.

Continue reading

Ke Karimun Jawa Yuk!

Karimun Jawa

Karimun Jawa

“Ika, pernah ke Karimun Jawa yah? Mau donk info caranya ke sana”. Sebuah pertanyaan yang sering saya dapatkan ketika teman-teman saya tahu bahwa saya pernah ke Kepulauan Karimun Jawa.

Karimun Jawa semenjak tahun 2001 mempunyai nama resmi Taman Nasional Karimun Jawa. Terdiri dari gugusan 27 pulau. Dari 5 pulau yang telah berpenghuni, salah satunya adalah yang biasa di sebut Karimun Jawa.

Semua kegiatan masyakat terpusat di pulau Karimun Jawa atau juga biasa disebut mainland. Keindahan kepulauan Karimun Jawa cukup terkenal hingga ke pelosok negeri bahkan sampai ke mancanegara.

Untuk mencapai kepulauan Karimun Jawa, kita dapat memilih transportasi laut dari 2 kota berbeda, yaitu Semarang dan Jepara.

Pilihan pertama, yaitu berangkat dari Semarang. Dari Semarang kita dapat pergi ke Karimun Jawa melalui pelabuhan Tanjung Emas, dengan menggunakan kapal cepat Kartini. Dengan kapal cepat ini, perjalanan dari Semarang ke Karimun Jawa dapat ditempuh dalam waktu 4 – 5 jam.

Continue reading

Goethe Science Film Festival

Wisata kali ini cukup mengambil tempat didalam kota saja. Ya, kota Jakarta. Selain murah, juga sangat singkat dari segi waktu. Adalah Goethe Science Film Festival, sebuah festival film ilmiah yang baru pertama kali dihelat di Indonesia ini telah diputar di beberapa tempat di Jakarta sejak beberapa waktu yang lalu, seperti di Goethe-Institut Jakarta, Blitz Megaplex (Pacific Place), Universitas Paramadina, dan PPIPTEK (TMII).

“Tujuan pemutaran film ilmiah ini adalah untuk memperkenalkan dunia ilmiah kepada anak-anak dan kaum muda sedini mungkin. Bahwa dunia ilmiah itu bukanlah sesuatu yang sulit, namun ringan dan menyenangkan. Dan pada saat yang bersamaan pula, dapat menghibur serta memberikan inspirasi kepada generasi muda”, begitulah kira-kira kata sambutan dari F.X. Augustin, Direktur Goethe-Institut Indonesia.

Kali ini, saya berkesempatan untuk menyaksikan festival film sains ini di Goethe-Institut, Jl. Sam Ratulangi 9-15, Menteng. Acara yang dilaksanakan dari tanggal 16 November 2010 ini, sekiranya akan berakhir pada tanggal 30 November 2010.

Continue reading