Penanaman 10,000 Pohon - Hijau Bersama Daihatsu

Penanaman 10,000 Pohon – Hijau Bersama Daihatsu

Lepas berkenalan dengan Daihatsu Jogja, Tim Terios 7 Wonders kembali melanjutkan perjalanan ke Desa Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertajuk “Penanaman 10,000 Pohon – Hijau Bersama Daihatsu” ini, rencananya akan dihadiri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

***

Hutang tidur yang belum lunas malam sebelumnya, membuat mata yang saya paksa terjaga, akhirnya terpejam juga. Padahal baru saja iring-iringan kami keluar showroom Daihatsu di Jalan Magelang, namun entah mengapa, tiba-tiba saya sudah berada di area parkir Cangkringan. @,@

Tim Terios 7 Wonders Menuju Desa Kinahrejo

Tim Terios 7 Wonders Menuju Desa Kinahrejo

7 Sahabat Petualang

7 Sahabat Petualang

Sambil menunggu acara dimulai, Pak Endi memberi instruksi agar ketujuh Daihatsu Terios dibariskan secara rapi di tanah lapang—area parkir Lava Tour. Tujuannya apalagi, kalau bukan untuk keperluan dokumentasi.

Speaker hitam yang sengaja diletakkan di bagian kanan-kiri tenda, baru saja menggemakan suara, tanda acara akan segera dibuka. Protokoler mengundang para tamu untuk segera duduk di kursi undangan yang telah dipersiapkan. Masing-masing memilih lokasi kursi yang dirasa paling nyaman. Walau katanya posisi menentukan prestasi, jarang sekali saya temui, bangku depan yang cepat terisi, terutama pada acara-acara semisal ini.

Foto Bersama

Foto Bersama

Di bagian kanan panggung dengan latar banner bertema CSR Daihatsu yang berukuran besar, pembawa acara memulai pembukaannya. Sambutan pertama dipersilahkan kepada Bapak Hariyanto sebagai perwakilan manajemen Daihatsu Jogja.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun, atas kerjasama yang terjalin, sehingga acara ini bisa berlangsung.

Namun sayangnya, keduanya tidak bisa hadir, karena harus menemui delegasi dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Sebagai gantinya, masing-masing diwakili oleh Bapak Sri Haryanto, selaku Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan DI Yogyakarta, dan Bapak Harwoto, selaku Ketua Bidang Humas dan Dokumentasi Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kessos) DI Yogyakarta—yang selanjunya akan disebut dengan ‘Forum’ saja.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Sleman, Bapak H. Sri Purwo Purnomo, Camat Cangkringan, Bapak Nurwiyono, Bapak Bejo Mulyo, Kepala Desa Umbulharjo, Bapak Subagyo, Kepala Dusun Kinahrejo, Bapak Kamijo, Kepala Dusun Pangukrejo, Pemerintah Daerah DI Yogyakarta, dan masyarakat Desa Kinahrejo, Kabupaten Sleman atas bantuan dan kerjasamanya, sehingga kegiatan penanaman 10,000 pohon untuk penghijauan ini dapat dilaksanakan.

Tahun ini Daihatsu Terios 7 Wonders telah memasuki tahun kedua. Bila kegiatan pertama pada November 2012 yang lalu bertema “Sumatra Coffe Paradise,” maka pada kali yang kedua ini bertema, “Hidden Paradise.”

CSR yang dilakukan Daihatsu kali ini, selain sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap para stakeholders, juga ditujukan untuk mempercepat proses pemulihan beberapa kawasan yang terdampak oleh erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 yang lalu. Kegiatan ini adalah bukti konkrit respon positif dari Daihatsu terhadap Desa Kinahrejo. Bapak Harwoto, yang mewakili Ketua Umum Forum CSR Kessos DI Yogyakarta, GKR Pembayun juga menyampaikan hal yang senada.

Pada September 25, 2013 yang lalu, Pengurus Forum CSR Kessos DI Yogyakarta berkunjung ke PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Jogja, di Jalan Magelang, untuk memperkenalkan tentang siapa, dan apa saja kegiatan yang dilakukan forum ini, serta menyampaikan harapan supaya PT. ADM mau ikut bergabung di dalamnya.

Di luar perkiraan, ternyata ajakan Forum langsung diterima, sehingga kegiatan CSR hari ini bisa direalisasikan. “Ini luar biasa!” kata Pak Harwoto bersemangat. Ia berharap, semoga kegiatan-kegiatan semacam ini dapat terus berlangsung dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang lainnya pula.

Forum yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 13 Tahun 2012—Tentang Forum dan Tanggung Jawab Sosial Dunia Usaha Dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial—ini ditujukan sebagai wadahnya korporasi dalam menangani permasalahan-permasalahan kesejahteraan sosial. Selain melibatkan dunia usaha dalam keanggotaannya, forum ini juga melibatkan perguruan tinggi dan pekerja sosial.

Dalam kesempatan ini, Forum juga mengemukakan beberapa permasalahan sosial yang meliputi:

  • Kemiskinan
  • Kecacatan
  • Ketunaan
  • Keterlantaran
  • Korban tidak kekerasan
  • Korban bencana, dan
  • Keterasingan

Dari ketujuh masalah sosial tersebut, hanya keterasingan saja yang tidak ada di DI Yogyakarta, karena letaknya yang cukup strategis. Bila dirinci ke dalam bentuk yang lebih spesifik, maka, 6 dari 7 permasalahan di atas dapat dibagi lagi menjadi 25 jenis yang berbeda. Berdasasrkan data yang didapat dari Dinas Sosial DI Yogyakarta, maka, perincian jumlah penyandangnya adalah sebagai berikut:

  • Bayi dan anak-anak terlantar: 30,000 anak
  • Lanjut usia terlantar: > 37,000 orang
  • Penyandang disabilitas: > 33,000 orang
  • Penyandang HIV/AIDS: 1,400 orang
  • Korban penyalahgunaan Narkoba dan Zat Aditif: 1,600 orang
  • Kemiskinan (tahun 2012): 16.08%

Khusus untuk kemiskinan, perlu diberi catatan tersendiri. Angka 16.08%  tersebut, secara otomatis telah memasukkan DI Yogyakarta ke dalam 10 provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi, yaitu pada urutan ke-10. Hal ini sangat kontradiktif dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menduduki urutan paling atas.

Usia Harapan Hidup DI Yogyakarta menduduki urutan kedua nasional, sementara Indeks Kebahagiaan (Happiness Index) berada pada urutan paling atas.

Menurut GKR Pembayun, CSR akan selalu diperlukan selama negara belum mampu menangani permasalahan-permasalahan sosial dengan baik. Untuk mencapai hal tersebut, Forum memberikan 3 kemungkinan pelaksanaan yang bisa dipilih korporasi dalam melaksanakan tanggung jawabnya kepada masyarakat, seperti:

  • Kegiatan CSR dilakukan sepenuhnya oleh perusahaan. Dalam hal ini, kemudian, perusahaan diharapkan untuk memberikan laporan kegiatan kepada Forum, agar tidak terjadi duplikasi penerima manfaat.
  • Kegiatan CSR dilakukan dengan cara kerjasama, seperti yang saat ini tengah dilaksanakan.
  • Perusahaan cukup menyediakan barang, uang, peluang, atau jejaring, dan meminta Forum untuk menyerahkan atau mendistribusikannya kepada warga yang berhak menerima.

Selain penanaman 10,000 pohon guna pemulihan kawasan lereng Gunung Merapi, Daihatsu juga memberikan beasiswa untuk 10 anak kurang mampu di Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan – Sleman.

Apresiasi yang tinggi, juga disampaikan Gubernur DI Yogyakarta—melalui perwakilannya, Bapak Sri Haryanto, selaku Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan DI Yogyakarta—kepada PT. ADM dan Forum atas kerjasamanya, sehingga bhakti sosial ini dapat terlaksana.

Gerakan penghijauan ini merupakan sebuah upaya untuk memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat kembali berproduksi dan berfungsi secara optimal. Baik sebagai pengatur tata air, perlindungan lingkungan (air dan udara), pengendalian erosi, pencagaran flora dan fauna, serta untuk meningkatkan penghasilan masyarakatnya.

Pemilihan jenis tanaman yang akan di tanam di sekitar Desa Kinahrejo telah mempertimbangkan syarat-syarat hortikultura seperti; respons dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lain seperti; tujuan penghijauan, persyaratan budidaya, bentuk tajuk, warna, dan aroma.

Semoga ke depannya, kegiatan ini bisa menjadi pionir yang mampu mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk ikut andil dalam mensejahterakan kehidupan sosial di sekitar mereka.

Perwakilan Astra Daihatsu Motor

Perwakilan Astra Daihatsu Motor

Foto Bersama

Foto Bersama

Penanaman Pohon Secara Simbolis Oleh Blogger

Penanaman Pohon Secara Simbolis Oleh Blogger

Usai sambutan dari Daihatsu, Forum CSR Kessos DI Yogyakarta, dan Gubernur DI Yogyakarta, acara dilanjutkan dengan bertukar cinderamata, kemudian berfoto bersama. Tari Jathilan yang dipersembahkan oleh warga korban bencana Gunung Merapi tahun 2010 yang lalu pun turut meramaikan kegiatan sosial ini. Hingga akhirnya, acara berakhir dengan penanaman pohon secara simbolis, dari beberapa pihak yang terlibat, juga Tim Terios 7 Wonders. [BEM]