Bila anda telah membaca/melihat 2 artikel sebelumnya; “Panduan Tersesat dan Pembuktian Rumus Perjalanan” dan photo essayPulau Pahawang” tentu merasa ada sesuatu yang kurang bukan? Ya. Itinerary—yang menjabarkan seluruh kegiatan selama menjelajah dan snorkeling di Pulau Pahawang berikut cara mencapai pulau tersebut.

Tenang. Demi mempermudah teman-teman sekalian, maka pada artikel kali ini sengaja saya khususkan pada pembahasan itinerary perjalanan secara mendetail, mulai dari berangkat hingga pulang, berikut dengan tips-tips sederhana yang bisa dijadikan pegangan.

Adapun, kedua link yang telah diberikan di awal tadi, ada baiknya dikunjungi. Karena, antara kedua artikel tersebut dengan artikel kali ini, memang sengaja dibuat saling terkait dan melengkapi.

Selamat membaca.

Peta Pulau Pahawang (Sumber - Bakosurtanal)

Peta Pulau Pahawang (Sumber – Bakosurtanal)

 

DAY 0

(Menuju Pelabuhan Merak)

20.50 – Meeting Point: Plaza Slipi Jaya

Meeting point Plaza Slipi Jaya saya anggap paling ideal untuk setiap perjalanan backpacking ke arah barat (Pulau Sumatera)—dengan Pelabuhan Merak sebagai starting point-nya. Alasannya, karena bus atau angkutan umum dengan tujuan lain telah ter-filter, mulai dari persimpangan Jalan Gatot Subroto-Sudirman sampai dengan persimpangan Jalan Letjen. S. Parman-Palmerah Utara. Sehingga hanya menyisakan angkutan umum dengan tujuan paling jauh, yaitu; Pelabuhan Merak.

Sebelum menaiki bus menuju Pelabuhan Merak, pastikan jumlah tempat duduk yang tersedia sama banyaknya dengan jumlah anggota grup anda, sebab kalau tidak, bersiap-siaplah berdiri sampai Pelabuhan Merak—worst case.

Berdasarkan pengalaman pribadi, jumlah penumpang, baru akan berkurang (turun dari bus) mulai dari Kebon Jeruk hingga Serang. Itupun kalau beruntung.

Bicara soal keberuntungan…

Malam itu. Bus yang telah lama dinanti, berhenti persis di hadapan kami. “Udah, naek aja yuk. Masih banyak kok—bangku—yang kosong.” Ujar Ikka dengan pede-nya. Tanpa menoleh kiri-kanan dan mengecek lagi jumlah bangku yang tersedia.

Karena statement sang teman ini sangat meyakinkan. Ditambah lagi, Joze, yang secara “taklid buta” pun turut mengamini. Maka, mau tidak mau, saya harus ikut serta. Biar demokratis, katanya. Karena bagaimanapun, satu lawan dua jelas kalah.

Tapi kok, saya curigation ya…

Begitu menjejak di kabin bus. Dengan gaya Yakuza cari ‘perkara,’ mata kami jelalatan kemana-mana. Dan alhamdulillah… bangku kosong yang tersedia, telah tiada. Padahal sebelumnya, kami bertiga sengaja berangkat belakangan, demi bisa duduk dengan tenang. Tapi nyatanya, malah berdiri sampai Kota Serang. Argh! Jambak-jambak rambut tetangga.

Untuk mencapai Pelabuhan Merak, ada beberapa pilihan bus yang tersedia. Di antaranya yaitu; Armada Jaya Perkasa, Arimbi, Primajasa, Asli Prima, dan lain-lain. Kebetulan, saat itu, kami menumpang Bus Armada Jaya Perkasa AC Ekonomi ber-plat nomor kendaraan B 7447 ZX. Dengan pola kursi/seat 2-2, ongkos yang ditetapkan oleh awak bus adalah sebesar 20,000Rp per-orang.

Uniknya, ongkos yang ditetapkan masing-masing armada ini, akan berbeda-beda, tergantung pola kursi dan kelas bus tersebut, seperti misalnya:

  • Bus AC Seat 2-3 = 17,000Rp (misal; Arimbi)
  • Bus AC Seat 2-2 = 20,000Rp (misal; Armada Jaya Perkasa)
  • Bus non-AC Seat 2-3 = 15,000Rp (Ekonomi)

Perlu dicatat. Harga tersebut adalah harga sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak pada Juni 22, 2013 yang lalu. Untuk perkiraan harga terkini, tinggal kalikan saja ongkos tersebut dengan kenaikan sebesar 30%-50%.

 

23.05 – Pelabuhan Merak, Banten

Bila anda bepergian terpisah dengan teman-teman yang lain, aktifitas ‘menunggu’ dapat dilakukan di sekitar area depan loket pembelian tiket Kapal Ferry. Disini terdapat sebuah mini market dan rumah makan yang dapat digunakan sebagai penghalau rasa lapar, seandainya cacing-cacing dalam perut kalian melakukan demonstrasi secara besar-besaran.

 

 

DAY 1

(Pelabuhan Bakauheni – Pulau Pahawang)

01.30 – Boarding Kapal Ferry Jatra II

02.00 – Berangkat menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung

Tiket penyeberangan Kapal Ferry = 11,500Rp

Laju Kapal Ferry Jatra II terasa relatif cepat. Penyebrangan Merak-Bakauheni yang biasanya—berdasarkan pengalaman—memakan waktu hingga 3-4 jam, kali ini bisa ditempuh hanya dalam waktu 2 jam saja.

Bila membutuhkan ruang  istirahat yang nyaman—selama penyeberangan, anda bisa menggunakan ruang Executive yang berada di dek atas. Dengan mengeluarkan kocek tambahan sebesar 10,000Rp tentunya.

Yang perlu diperhatikan adalah, letak ruang executive pada masing-masing kapal tentu akan berbeda-beda. Jadi, “dek atas” dalam konteks kali ini, hanya berlaku untuk kapal ferry bernama Jatra II saja ya.

Adapun sistem tak tertulis yang berlaku dalam ruang Executive ini yaitu, “Siapa cepat. Dia dapat.” Artinya, bila anda lebih dahulu masuk ke ruangan ini, kemungkinan ‘mendapatkan’ 2 blok kursi untuk seorang diri cukup tinggi. Dan tentu saja, masih dengan harga satu orang, alias 10,000Rp. Lumayan kan, bisa rebahan sambil bermalas-malasan.

Lantas, bagaimana bila anda terlambat datang?

Yah, siap-siap saja kecewa bila ternyata bangku yang tersedia telah terisi semua. Atau, bila anda berani menegur penumpang yang menggunakan 2 blok kursi seorang diri, kemungkinan mendapatkan tempat duduk masih terbuka kok. Masalahnya hanya terletak pada keberanian menegur atau tidak.😀

Bagi saya, ‘sistem’ ini seperti dua sisi mata uang. Bisa dibilang suatu kekurangan, sekaligus kelebihan. ‘Kekurangan’ bagi yang datang belakangan—di satu sisi. Dan ‘kelebihan’ bagi yang datang duluan—di sisi lain. Atau, bahasa indahnya, “posisi menentukan prestasi.” #eaa

 

04.00 – Pelabuhan Bakauheni, Lampung

Kenyamanan penumpang di Pelabuhan Bakauheni kali ini relatif lebih baik bila dibandingkan dengan kondisi dua tahun ke belakang. Walaupun masih ada calo dan awak angkutan umum yang mencecar penumpang secara membabi buta, namun jumlahnya lumayan jauh berkurang.

Beberapa petugas keamanan terlihat berjaga-jaga di beberapa titik pelabuhan. Bahkan ada seorang petugas berpakaian preman dengan senjata laras panjang yang sibuk patroli kesana-kemari.

Bila anda merasa terusik dengan aktifitas para calo/preman/awak bus selama berada di Pelabuhan Bakauheni, jangan segan-segan, segeralah melaporkan ke pihak pelabuhan, supaya kejadian tersebut bisa segera di tindak lanjuti.

 

04.40 – Sholat Shubuh. Menunggu kedatangan angkot charter.

Bagi kaum Muslim. Sambil menunggu mobil/angkot yang telah di-charter sebelumnya, anda bisa menunaikan kewajiban Sholat Shubuh di Musholla Assu’ada yang posisinya bersebelahan dengan Rumah Makan Padang.

Sebagai catatan saja. Musholla Assu’ada ini dibangun oleh PT. ASDP (Persero) Cabang Bakauheni. Dan diresmikan oleh Direktur Utama, Captain Syahwin Hamid pada tanggal 14 Juli 1999. Penting gak sih?

 

06.05 – Menuju Pelabuhan/Dermaga Ketapang, Lampung. Desa Batumenyan.

Perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Ketapang memakan waktu yang cukup panjang—3 jam!—dan membosankan. Tak ada pemandangan yang dapat memanjakan mata. Karenanya, bila memungkinkan, gunakanlah waktu sepanjang perjalanan ini untuk istirahat tidur.

Dari Pelabuhan Bakauheni, ada beberapa alternatif cara yang dapat anda gunakan untuk mencapai Pulau Pahawang (via Pelabuhan Ketapang), yaitu:

1. Sewa angkot

Pelabuhan Bakauheni – Dermaga Ketapang (+- 3 jam) = 300,000Rp sekali jalan.

2. Naik-turun angkot

Pelabuhan Bakauheni – Terminal Rajabasa = 17,000Rp (Ekonomi) dan 21,000-25,000Rp (Ekonomi AC)

Terminal Rajabasa – Tanjung Karang = 2,000Rp

Tanjung Karang – Teluk Betung = 2,000Rp

Teluk Betung – Dermaga Ketapang = 5,000-7,000Rp

3. Damri

Pelabuhan Bakauheni – Terminal Rajabasa = 17,000Rp (Ekonomi) dan 21,000-25,000Rp (Ekonomi AC)

Terminal Rajabasa – Hanura = 5,000-7,000Rp

Hanura – Dermaga Ketapang = 3,000Rp

 

09.00 – Pelabuhan/Dermaga Ketapang, Lampung

Dermaga Ketapang, Desa Batumenyan, Lampung

Dermaga Ketapang, Desa Batumenyan, Lampung

Suasana di Sekitar Dermaga Ketapang 1

Suasana di Sekitar Dermaga Ketapang 1

Atmosfer Pelabuhan Ketapang, Lampung seperti pasar, tapi sepi. Beberapa mobil pickup hitam terlihat parkir di sisi kanan-kiri jalan yang seluruhnya masih tanah. Sedikit belok ke arah kanan, terdapat beberapa rumah makan sederhana untuk menghalau lapar dan dahaga, serta beberapa warung kecil yang menyediakan berbagai keperluan rumah tangga.

Dari sini, anda bisa menyiapkan perbekalan/logistik untuk kebutuhan selama aktifitas snorkeling di Pulau Pahawang dan sekitarnya nanti.

Suasana di Sekitar Dermaga Ketapang 2

Suasana di Sekitar Dermaga Ketapang 2

Demi optimalisasi waktu travelling, langsung jadikan pelabuhan ini sebagai starting point aktifitas snorkeling anda. Hindari singgah ke “tempat menginap” terlebih dahulu – untuk menaruh barang-barang bawaan – kemudian baru memulai aktifitas. Karena hal ini akan sangat memboroskan waktu yang tersedia.

Suasana di Sekitar Dermaga Ketapang 3

Suasana di Sekitar Dermaga Ketapang 3

Berkaitan dengan kapal sewaan. Kami sempat mengalami kesalah-pahaman. Kapal yang sudah disewa, ternyata, masih digunakan untuk mengangkut penumpang lain. Untungnya, masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik dan para penumpang tadi mau dipindahkan ke kapal lain.

Pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini adalah:

Pastikan contact person penyewaan kapal anda adalah si pemilik kapal itu sendiri, atau pemegang keputusan tertinggi. Sehingga bila terjadi sesuatu di kemudian waktu, bisa langsung dibicarakan kepada yang bersangkutan, dan pengambilan keputusan bisa disegerakan.

Sewa kapal = 450,000Rp per-hari

Dalam Perjalanan Menuju Maitem 1

Dalam Perjalanan Menuju Maitem 1

Dalam Perjalanan Menuju Maitem 2

Dalam Perjalanan Menuju Maitem 2

 

10.00 – Spot snorkeling pertama: Maitem

Spot Snorkeling Maitem

Spot Snorkeling Maitem

 

11.00 – Selesai. Menuju spot snorkeling kedua: Kelagian Kecil

11.30 – Spot snorkeling kedua : Kelagian Kecil

Spot Snorkeling Kelagian Kecil

Spot Snorkeling Kelagian Kecil

Unidentified Floating Object di Kelagian Kecil

Unidentified Floating Object di Kelagian Kecil

 

12.20 – Selesai. Menuju Pahawang Besar.

12.50 – Pahawang Besar. Makan siang.

Dermaga Pulau Pahawang Besar

Dermaga Pulau Pahawang Besar

Nelayan Pulau Pahawang

Nelayan Pulau Pahawang

Sesuai judul artikel ini, Pulau Pahawang Besar kami jadikan basis selama aktifitas snorkeling berlangsung. Karena, di pulau inilah, domisili contact person kami—Pak Arsali. Dan, rumah yang kami gunakan untuk menginap pun sejatinya adalah rumah beliau.

Sewa Penginapan di Pulau Pahawang Besar = 400,000Rp per-hari

 

Anak-anak Pulau Pahawang 1

Anak-anak Pulau Pahawang 1

Anak-anak Pulau Pahawang 2

Anak-anak Pulau Pahawang 2

Anak-anak Pulau Pahawang 3

Anak-anak Pulau Pahawang 3

Walaupun pulau ini tidak ramai, namun aktifitas warga masih terlihat di sepanjang hari. Terutama aktifitas anak-anak usia pra sekolah hingga Sekolah Dasar. Uniknya, cemilan populer yang paling sering saya temui disini adalah pisang molen!—ditambah dengan variasi sebuah gorengan sejuta umat; bala-bala aka bakwan goreng bertabur cengek (cabe rawit.)

Kenapa bisa begitu? Kenapa bukan pisang goreng, yang lebih mudah pembuatannya? Sayangnya, saya lupa menanyakan kepada mereka—penduduk. Maaf ya teman-teman.

Dan tahukah anda, ketika dalam perjalanan menuju pendakian Gunung Papandayan di Kota Garut beberapa waktu lalu, saya mendapati, ternyata, cabe rawit juga punya sebutan lain lho, yaitu; ‘Inul.’ Ada-ada saja ya?

Back to topic…

Berikut ini adalah beberapa ‘fasilitas’ yang bisa kita temui di Pulau Pahawang Besar:

  • Jalan paving block.
  • Beberapa warung yang menjual kebutuhan rumah tangga—secara terbatas.
  • Ruang pertemuan warga—terletak di pintu dermaga.
  • Sekolah Dasar.
  • Sekolah Menengan Pertama.
  • Penginapan Mitra Bentala. Contact person: Buyung (0819.5745.5551) atau Widodo—penjaga penginapan (0821.8189.5773 dan 0818.0445.5518.)
  • Lahan penyuluhan Pembibitan Tanaman, Kandang Sehat, Reaktor Biogas skala rumah tangga, hingga Penjernihan Air. Yang seluruhnya terletak di sekitar Penginapan Mitra Bentala.
  • Kawasan Konservasi Mangrove.
  • Pantai pasir putih.
Penginapan Mitra Bentala, Pahawang

Penginapan Mitra Bentala, Pahawang

Dermaga Pulau Pahawang Besar 2

Dermaga Pulau Pahawang Besar 2

 

14.50 – Menuju Pulau Gosong atau Pasir Timbul

15.10 – Pulau Gosong (Pasir Timbul)

Pulau Gosong (Pasir Timbul)

Pulau Gosong (Pasir Timbul)

Saat tiba di Pulau Gosong, air laut sedang pasang. Ketinggiannya mencapai lebih dari 1.5 meter. Hal ini tentu saja membuat target dokumentasi foto saya gagal total.

Anak Buah Kapal

Anak Buah Kapal

Untuk menghindari kesalahan yang sama, sebelum memulai aktifitas snorkeling dari Pelabuhan/Dermaga Ketapang, beritahukanlah lokasi-lokasi snorkeling yang ingin anda kunjungi kepada anak buah kapal, dan mintalah pendapat mereka perihal pulau mana yang sebaiknya dikunjungi lebih dulu. Sehingga output aktifitas anda menjadi lebih optimal.

 

16.10 – Menuju Pahawang Kecil

16.35 – Spot snorkeling ketiga: Pahawang Kecil

Pulau Pahawang Kecil 1

Pulau Pahawang Kecil 1

Pulau Pahawang Kecil 2

Pulau Pahawang Kecil 2

Pulau Pahawang Kecil 3

Pulau Pahawang Kecil 3

Selain snorkeling, kegiatan yang bisa dilakukan di Pulau Pahawang Kecil adalah menjelajah. Pulau ini tidak terlalu besar. Jadi, waktu yang digunakan untuk menjelajah pulau pun relatif singkat, sekitar 30 menit sampai 1 jam saja.

 

17.30 – Selesai. Kembali ke Pahawang Besar.

Portrait Menjelang Kembali ke Pahawang Besar 1

Portrait Menjelang Kembali ke Pahawang Besar 1

Portrait Menjelang Kembali ke Pahawang Besar 2

Portrait Menjelang Kembali ke Pahawang Besar 2

 

17.50 – Pahawang Besar. Bilas.

Ketersediaan air tawar di Pulau Pahawang Besar relatif terjamin. Namun, karena masih menggunakan mesin genset berbahan bakar minyak, maka, proses pengisian bak mandi—umumnya—hanya dilakukan 2 kali setiap hari, yaitu pada pagi dan sore hari.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka, bijaksanalah dalam menggunakan air. Terutama bila jumlah anggota group anda relatif banyak. Satu hal lagi yang perlu diingat, yaitu; air tanah adalah non-renewable resources.

Dan faktanya…

Bumi  terdiri dari 97.5% air asin dan 2.5% air tawar. Dari 2.5% air tawar yang tersedia, 70%-nya berbentuk es di Antartika dan Greenland, 1%-nya bisa digunakan oleh manusia, sementara sisanya tidak dapat diakses karena ‘terkubur’ jauh didalam tanah atau berbentuk kelembaban tanah (FAO, 2009.)

Menjelang Sunset Pahawang

Menjelang Sunset Pahawang

Sunset Pahawang

Sunset Pahawang

Portrait Ketika Sunset di Pahawang

Portrait Ketika Sunset di Pahawang

Nah, sementara teman-teman yang lain mandi/bersih-bersih, kita bisa pergi ke dermaga untuk menikmati sunset. Walaupun tertutup oleh gugusan pulau dan pegunungan—di bagian barat—tapi scenery yang ditawarkan Lampung Selatan dijamin masih bisa memuaskan hati kalian.

Notes:

  • Sayangnya, dunia bawah air beberapa spot snorkeling pada hari pertama ini hanya cocok untuk para freediver dan kurang cocok bagi saya, serta para snorkelingwan dan snorkelingwati pemula. Apa pasal? Karena, keindahan bawah laut Pulau Pahawang dan sekitarnya baru bisa kita nikmati di kedalaman sekitar 7 meter.
  • Untungnya, kekurangan ini dikompensasi dengan panorama atas laut yang memanjakan mata. Jadi, jangan lupa bawa kamera ya.

 

19.50 – Makan malam

20.50 – Acara bebas

Setelah makan malam jangan langsung tidur. Walau malam telah menjelang, Pulau Pahawang masih menyisakan kesenangan. Bermainlah di sekitar dermaga dengan membawa senter/headlamp. Menyoroti/menyaksikan kehidupan malam bawah air, dari atas dermaga itu—ternyata—cukup mengasyikkan lho.

 

 

DAY 2

(Pulau Pahawang – Pelabuhan Bakauheni – Pelabuhan Merak)

05.00 – Bangun pagi

05.15 – Berburu sunrise

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 1

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 1

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 2

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 2

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 3

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 3

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 4

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 4

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 5

Berburu Sunrise Pulau Pahawang 5

Karena Desa Suak Buah berada di pesisir barat Pulau Pahawang Besar, maka, pandangan kita otomatis terhalang. Apalagi, ditambah kontur pulau yang umumnya berbukit. Untuk mengatasi hal ini, kalian harus rela trekking sedikit jauh ke arah utara. Setidaknya, sunrise yang terlihat akan terasa lebih baik.

alan yang Harus Kita Tempuh Untuk Mengejar Matahari Terbit

alan yang Harus Kita Tempuh Untuk Mengejar Matahari Terbit

 Pantai Pasir Pulau Pahawang 1

Pantai Pasir Pulau Pahawang 1

Pantai Pasir Pulau Pahawang 2

Pantai Pasir Pulau Pahawang 2

Pantai Pasir Pulau Pahawang 3

Pantai Pasir Pulau Pahawang 3

Pantai Pasir Pulau Pahawang 4

Pantai Pasir Pulau Pahawang 4

Pantai Pasir Pulau Pahawang 5

Pantai Pasir Pulau Pahawang 5

Dan, bonus lain yang akan kalian dapatkan adalah, beberapa pantai pasir putih yang relatif sepi, serasa milik sendiri. Jangan lupa bawa kamera, dengan battery yang telah diisi full pada malam hari sebelumnya.

 

07.00 – Sarapan pagi

08.00 – Menyiapkan segala keperluan untuk kegiatan selanjutnya.

Skenario I

09.00 – Jelajah Pulau Pahawang Besar

Karena cerita lengkap tentang penjelajahan Pulau Pahawang Besar telah dibahas pada artikel sebelumnya, maka saya tidak akan mengulasnya lagi. Karena apa? Ya, capek ajah.  Eh eh eh…

Tapi jangan khawatir. Kalian bisa kok membacanya disini.

13.00 – Selesai

13.05 – Mandi. Persiapan pulang.

Skenario II

Khusus untuk Skenario II. Karena pada ‘stage’ ini pilihan menjelajah Pulau Pahawang Besar lebih membuat Sherina (baca: geregetan), maka, snorkeling pun saya tiadakan. Innalillahi…

Tapi jangan khawatir (lagi), kalian masih bisa menyaksikannya dalam bentuk video, disini. Setelah menyaksikan videonya, silahkan menilai sendiri ya.😀

Notes:

  • Video tersebut juga meliputi hari pertama kegiatan snorkeling kami di Pulau Pahawang Besar dan sekitarnya.
  • Statement yang saya dapatkan dari beberapa teman lain yang ikut snorkeling pada hari kedua adalah, spot-spot snorkeling pada hari kedua lebih bagus daripada beberapa spot snorkeling di hari pertama. jadi, wajib dicoba.

09.00 – Menuju Pulau Balak

09.30 – Spot snorkeling keempat: Pulau Balak

10.45 – Selesai. Menuju Pulau Lunik.

11.00 – Spot snorkeling kelima: Pulau Lunik

13.00 – Selesai. Kembali ke Pahawang Besar.

13.30 – Pahawang Besar. Bilas. Persiapan pulang.

Lanjutan Skenario I / Skenario II

14.55 – Menuju Pelabuhan/Dermaga Ketapang—dari Pahawang Besar.

15.30 – Sampai di Pelabuhan Ketapang

15.40 – Menuju Pelabuhan Bakauheni

19.00 – Pelabuhan Bakauheni

20.30 – Menuju Pelabuhan Merak

Tiket Kapal Ferry KMP Nusa Mulia dari Dermaga III Kapal Cepat = 11,500Rp

23.45 – Pelabuhan Merak

 

 

DAY 3

(Menuju Jakarta)

01.30 – Menuju—Slipi, tapi keterusan sampai—Terminal Kampung Rambutan, Jakarta

Bila kalian berniat turun di tengah jalan (ex: Slipi), ada baiknya jangan tidur selama perjalanan. Sebab, peluang keterusan sampai Terminal Kampung Rambutan cukup tinggi. Apalagi bila kondisinya sedang mengantuk berat. Dijamin, pasti kelewat. Setidaknya, itulah yang terjadi pada diri saya. Damn!

Ongkos Bus Armada Jaya Perkasa NoPol A 7851 A  = 20,000Rp (AC Ekonomi, Seat 2-2)

03.30 – Terminal Kampung Rambutan

03.40 – Kembali ke rumah masing-masing

Untuk yang pulang sendiri dan tidak naik taksi. Apalagi yang merasa dirinya seksi. Sebaiknya hindari pulang pada jam-jam seperti ini, karena masih terlalu rawan. Lebih baik rapatkan barisan kalian ke pedagang cemilan di sekitar Terminal Kampung Rambutan. Anggaplah hal ini sebagai tindakan meng-eliminasi peluang kejahatan, juga peluang mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena, bisa jadi, sang pedagang—yang kalian beli dagangannya—ternyata, sedang kesusahan dan membutuhkan uang dalam jumlah yang lumayan. Ya kan?

And the stories end…

 

Bagaimana, sudah cukup detail belum? Kalau dirasa masih ada yang kurang, silahkan ditanyakan. Bila mampu, pasti saya bantu.

Nah, pertanyaannya kemudian adalah, kenapa saya mau membantu kalian? Karena, memang atas dasar itulah blog simplyindonesia.wordpress.com dikembangkan.

Logikanya, kalau saya bisa mempermudah kalian pergi ke tujuan/destinasi yang diinginkan. Tentunya—secara sadar atau tidak—kalian juga ikut membantu perekonomian masyarakat yang didatangi. Ya kan?

Karena ini untuk KITA.

Untuk INDONESIA.

Jadi, mari saling membantu dan mempermudah.

Sebagai penutup, semoga itinerary perjalanan ke Pulau Pahawang dan sekitarnya ini bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Salam. [BEM]