Video Tim Raja Ampat – Indonesia Traveller 2012

Copyright: Fahmi Indraprana

 

Banyak yang meng-andaikan, backpacking ke Raja Ampat itu seperti mimpi yang tak terbeli. Saya pun merasa demikian pada awalnya. Membayangkan dana belasan juta hanya untuk ‘hura-hura’ beberapa hari saja, jelas membuat Raja Ampat masuk dalam waiting list dengan nomor paling besar di ujung sana—selalu.

Bisa sih diakali dengan menabung. Tapi mau sampai kapan? Yang sudah-sudah, baru terkumpul sedikit, getol banget ngelirik-lirik. Ujung-ujungnya, malah defisit.

Sekalinya sukses mengumpulkan uang, terasa sayang, begitu mau dikeluarkan. Kelamaan ditahan-tahan, malah ra keduman (tidak kebagian,) gara-gara dibelanjakan untuk pengeluaran-pengeluaran siluman—gak kelihatan. Serba tricky memang.

Tapi jangan khawatir, ada cara lain yang tidak membutuhkan uang alias gratis. Caranya seperti apa? Ya, rajin-rajinlah ikut lomba. Apapun bentuknya. Entah itu lomba foto, lomba menulis, lomba video, atau lomba lainnya, terserah. Yang penting, hadiah-nya harus perjalanan gratis ke Raja Ampat. Jangan yang lain! Karena apa? Ya, capek aja. Percuma kan, mati-matian ikut segala macam lomba, kalau hadiah utamanya cuma tivi berwarna. 14 inch pula. Lha kapan ke Raja Ampat-nya?

Kalau menabung atau ikut lomba, masih terasa sulit, ada baiknya anda membaca itinerary yang akan saya jabarkan di bawah sana. Tugas anda hanya membaca, dan membayangkan diri anda berada disana. Semoga dengan begitu, alam semesta mendengar keinginan anda, dan berkonspirasi mewujudkannya. Amin. Tapi ingat! Jangan lupa berusaha.

Sebenarnya, ada satu ‘kuncian’ lagi yang saya anggap berperan paling besar – membawa saya terbang ke Raja Ampat. Apa itu? Rajin-rajin beramal. Maaf, saya tidak bermaksud pamer atau sombong, saya juga manusia biasa kok, yang masih punya rasa pelit. Kalau dia datang, walaupun uang sedang berlebihan, dijamin, gak akan saya keluarkan. Namanya juga lagi pelit. Tapi bukan itu pesan moralnya.

Intinya, Tuhan punya cara-Nya sendiri untuk mengganti setiap rupiah yang telah kita ikhlaskan untuk membahagiakan orang lain. Dan seringkali, dari jalan, yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya. Persis seperti yang saya alami ini. Yah, kalian boleh percaya, boleh juga tidak. Tapi yang jelas, saya sudah membuktikannya.

Satu lagi, “If you can dream it, you can achieve it.” Begitu kata Chriss Angel.😀

 

 

DAY 0

(Jakarta)

 

22.45 – Menuju Bandara Domine Eduard Osok, Sorong (Dari Jakarta)

Jarak Jakarta – Sorong adalah 7503 kilometer, dengan perbedaan waktu 2 jam. Untuk mencapai Kota Sorong tidak terlalu sulit, karena ada beberapa maskapai yang melayani Rute Jakarta – Sorong, seperti:

Sriwijaya Air

00:30 CGK – 07:45 SOQ                5 jam 15 menit [transfer: Ujung Pandang]

18:30 CGK – 07:45 SOQ                11 jam 30 menit [transit: Surabaya]

22:30 CGK – 06:45 SOQ                6 jam [transfer: Makassar]

Lion Air

05:!0 CGK – 13:40 SOQ                 6 jam 30 menit [transfer: Ambon]

01:30 CGK – 13:40 SOQ                10 jam 10 menit [transfer: Ambon]

Merpati

05:00 CGK – 12:35 SOQ                5 jam 35 menit [transfer: Makassar]

Express Air

01.10 CGK – Departure Terminal 1B – Tiap hari

 

 

DAY 1

(Sorong – Waisai)

 

06.45 – Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Sorong

Ada dua hal yang harus diperhatikan selepas anda turun dari pesawat:

  1. Bila menggunakan bagasi, jangan lepas tag bagasi anda sebelum semua urusan ke-bandara-an selesai, kecuali anda bercita-cita diomelin petugas yang galaknya naudzubillah itu, karena dianggap menyulitkan pekerjaan mereka? Toh, ini kan demi keamanan barang-barang anda sendiri ya kan?
  2. Selama berada di lobby bandara (area umum,) jangan gunakan skill ahli hisab (perokok tulen) anda. Karena hal ini akan sangat merugikan orang lain. Ingat! Merokok adalah hak anda, sama halnya dengan hak orang lain untuk bebas menghirup udara bersih yang tidak terkontaminasi asap rokok anda. Pantaskah menukar sebatang rokok yang harganya pun tak seberapa, dengan do’a mustajab orang-orang yang terzalimi asap rokok anda? Silahkan direnungkan. J

 

07.15 – Menuju Hotel JE Meridien

Untuk menunggu jam keberangkatan kapal cepat MV Marina Express—pukul 14.00, ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan:

  1. Bila dana anda terbatas, menjelajah Kota Sorong bisa menjadi pilihan pertama. Dengan asumsi; grup anda berjumlah 5 orang dan biaya sewa mobil per-jam 75,000Rp, maka, untuk 5 jam mengelilingi Kota Sorong, per-orangnya cukup mengeluarkan dana sebesar 75,000Rp—lumayan murah.
  2. Bila dana anda sangat terbatas, naik angkot harus ikhlas. Carilah rumah makan sederhana yang bisa digunakan untuk menunggu lama—sepertinya sebuah pilihan yang mulia. Apalagi kapal masih berangkat jam dua. Ya kan?
  3. Bila dana tidak punya, tapi kepingin menghabiskan waktu tunggu—7 jam—di hotel mewah, ya, mau tak mau anda harus menang lomba—seperti kami ini. :p

Nah, berkaitan dengan point ke-3. Bila anda telah merencanakan menginap di Hotel JE Meridien dan baru sekali injak kaki di Kota Sorong, jangan pernah sekalipun menanyakan dimana letak hotel tersebut kalau tidak ingin ke-malu-an anda kemana-mana—seperti saya.

Bahasanya kok gak enak ya, hmm…

Sepanjang pengalaman pergi ke luar kota, yang namanya penginapan itu “normal”-nya, ya, jauh dari bandara, bahkan kalau perlu, puluhan kilometer lokasinya.

Namun betapa malunya saya ketika pengalaman tersebut tinggallah kenangan, ia menjadi invalid setelah 1 menit lepas dari lobby bandara, ketika mobil tiba-tiba belok ke kiri, seusai pertanyaan, “Pak Pir (supir maksudnya,) hotelnya masih jauh ya?” …

Dan Sang Supir menjawab dengan santainya, “Ini Hotelnya Mas, kita sudah sampai.” Dalam logat Papua kental.

Glodak!

Hotel yang semula dikira nun jauh disana, ternyata hanya berada di seberang bandara, bahkan, orang dada-dada pun masih jelas terlihat oleh mata. Owh, betapa malunya saya… T_T

 

Hotel JE Meridien

Seberang Bandara Domine Eduard Osok (DEO)

Jalan Basuki Rahmat Km. 7.5

Sorong – Papua Barat

Telp: (0951) 327.999

Fax: (0951) 329.121

Email: jemeridien_sorong@yahoo.co.id

Kamar Hotel JE Meridien Sorong 1

Kamar Hotel JE Meridien Sorong 1

Kamar Hotel JE Meridien Sorong 2

Kamar Hotel JE Meridien Sorong 2

Aturan Tertulis Bagi Pengunjung Hotel JE Meridien

Aturan Tertulis Bagi Pengunjung Hotel JE Meridien

 

Room rate Hotel JE Meridien:

  • Standard: 484,000Rp
  • Superior: 544,500Rp
  • Deluxe: 786,000Rp
  • Junior Suite: 847,000Rp
  • Executive Suite: 968,000Rp
  • JEM Suite: 1,028,500Rp
  • Extra Bed: 250,000Rp

Fasilitas kamar:

AC, kamar mandi, air panas dan dingin, meja kerja, telepon IDD, TV satelit, mini bar, dan air mineral.

Fasilitas hotel:

Restoran, café, ruang rapat, parkir, live music, dan akses internet.

Ada dua cara untuk mencapai Hotel JE Meridien—dari bandara, yaitu;

  • Sewa kendaraan/taksi (2 menit – 75,000Rp per-jam), atau
  • Jalan kaki (10-15 menit – gratis)

Bila anda berjiwa petualang—alih-alih tak punya uang—jalan kaki dari bandara ke hotel, tentu wajib jadi pilihan pertama, apalagi bila mengingat kemungkinan terancamnya kesehatan finansial di balik saku celana sana. Ingat! Wisata Papua bisa dibilang mahal untuk kantong backpacker kita. Jangan paksakan kemampuan kalau tidak ingin pulang berenang.

Hotel JE Meridien ini biasanya hanya digunakan sebagai hotel transit orang berduit dengan tujuan Raja Ampat.  Alasannya ada dua, yaitu; membeli PIN Wayag dan/atau menunggu jadwal kapal cepat MV Marina Express—berangkat pukul 14.00 setiap harinya, dari Sorong ke Waisai vice versa.

 

07.30 – Pengurusan administrasi hotel

Lama waktu yang digunakan untuk mengurus administrasi hotel sekitar 5-10 menit. Dalam masa tersebut, pihak hotel biasanya akan menyuguhi para pengunjung dengan segelas welcome drink segar.

Sambil menunggu proses adminstrasi, kita bisa bermalas-malasan di lobby hotel yang berhiaskan taburan sofa nyaman. Bahkan, kalau tidak tahu malu, bisa kok menunggu sambil tidur-tiduran. Tapi, tabahkan hati bila ditegur sekuriti ya.

 

08:00 – Menuju kamar masing-masing

Untuk menuju kamar, kita bisa menggunakan tangga atau lift yang tersedia di hotel. Nah, khusus untuk penggunaan lift, ada baiknya anda berpikir dua kali. Apa sebab? Karena pasokan listrik Kota Sorong – dari PLN – sering terganggu.

Bila beruntung, bisa saja lift tiba-tiba padam ketika anda berada di dalam. Kalau sudah begini keadaannya, anda cuma bisa pasrah kepada PLN, atau kepada Tuhan, karena, hanya itu pilihannya.

Mau tau apa kata hotel JE Meridien soal listrik padam ini?

 

“Dear Sirs,

(kok dia tau ya kalo gw cowok)

 

The unstable of power supply

(mulai curiga, tapi terus membaca)

 

from government power supply company

causes the elevator operating system error.

(tiba-tiba panik)

 

We hope dear all guess do not panic.

The oxygen will still flow through the elevator stop or running.”

(telat dul, gw udah panik! Damn!)

Kabar baiknya lagi, ternyata – Hotel JE Meridien tidak memiliki genset sebagai backup bilamana listrik dari PLN tiba-tiba padam. Aminnn…

Bagaimana, seru kan?

Kalau begitu, ayo! Buktikan jiwa petualang kamu disini!

 

09.00 – Sarapan di lantai dasar hotel

Tentu anda masih ingat dengan kata mutiara dalam lift sebelumnya kan? Saran saya, gunakanlah tangga hotel sebagai prioritas utama, kalau tidak mau merasakan jantung anda berkenyut-kenyut secara abnormal karena panik.

Sebagai catatan saja, ketika di kamar dan seorang teman baru memulai ritual “pup”-nya, listrik tiba-tiba pada sekitar 5-10 menit lamanya. Dibatalin tanggung, diterusin canggung. Sedih pokoknya. Bayangkan, bila itu terjadi ketika anda berada dalam lift.

Hiii…

Menu sarapan di Hotel JE Meridien cukup variatif. Mulai dari apetizer, main course, hingga dessert. Untuk bisa mencicipi semuanya (baca: kemaruk bin gak mau rugi—seperti saya), ambillah dalam jumlah yang relatif sedikit—dari tiap menu yang tersaji. Kalau kurang? Ya, tambah lagi.

Ingat! Semua yang enak itu dirancang sedikit. Karena, kalau terlalu banyak, ya jadi eneg.

 

10:00 – Selesai sarapan. Acara bebas.

Masa setelah sarapan, sebenarnya adalah waktu tanggung. Digunakan untuk menjelajah Kota Sorong, jam 12 siang harus sudah checkout. Tapi digunakan untuk menunggu kapal cepat – yang berangkat jam 2 siang pun, masih terlalu panjang. Jalan tengahnya, kita bisa menggunakan spare time ini untuk istirahat, atau melakukan aktifitas ringan seperti mengobrol dengan teman, sambil memastikan kembali barang-barang bawaan telah aman.

Bila anda berencana mengunjungi Pulau Wayag, jangan lupa membeli PIN Wayag (250,000Rp) di Hotel JE Meridien ini. Karena, tanpa PIN, kemungkinan besar anda tidak akan diijinkan memasuki area Wayag oleh petugas di Pulau Kawe.

Selain sebagai retribusi pemasukan kas pemerintah daerah (pemda) setempat, PIN ini juga berfungsi sebagai sarana pengumpulan dana, guna pembangunan masyarakat serta penunjang segala aktifitas konservasi di wilayah tersebut.

Sebenarnya ada dua tempat pembelian PIN, yaitu, di Hotel JE Meridien, dan Pemda Waisai. Khusus untuk pembelian di Pemda Waisai; hari sabtu dan minggu pemda libur, sehingga pembelian PIN Wayag hanya bisa dilakukan di Hotel JE Meridien, Sorong saja.

 

12.30 – Menuju Pelabuhan Rakyat, Sorong

Ada dua cara untuk mencapai Pelabuhan Rakyat:

  • Sewa mobil (15 menit – 75,000 Rp per-jam)
  • Naik angkot (20-40 menit – 2,000-3,000Rp) – pertimbangkan waktu ngetem

Untuk menggunakan angkot, dari gerbang hotel, kita harus menyeberang jalan terlebih dahulu. Kemudian naik angkot ke terminal yang berjarak sekitar 500 meter dari Hotel JE Meridien.

Menumpang angkot –seluruh kursi menghadap ke depan –  di Kota Sorong, ibarat semut terjebak dalam speaker. Volume mentok music player getok di kokpit angkot tidak hanya membuat gendang telinga kita berdengung kencang, jantung pun terpompa meradang. #Hadeh

Setelah sampai di terminal, lanjutkan dengan angkot A hingga pertigaan Pelabuhan Rakyat. Nah, dari pertigaan ini, kita harus rela berjalan kaki sepanjang kurang lebih 500 meter, yah hitung-hitung olahraga.

Udah, gak usah cemberut gitu, ntar ilang lho manisnya… #Eaa

Bila barang bawaan anda terlalu banyak, menyewa mobil adalah bijaksana, apalagi bila anda berlima, masak sih segitu pelitnya?

Jumlah kendaraan di Kota Sorong relatif sedikit. Karenanya, perjalanan kita menuju Pelabuhan Rakyat Sorong akan terasa sebentar. Kalaupun harus berhenti, itu lebih karena adanya lampu merah saja.

Saya perhatikan, jarang sekali terlihat mobil sedan berseliweran di jalan-jalan kota ini. Hampir seluruhnya kendaraan berjenis multi purpose. Dari yang saya tanyakan kepada warga setempat, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan fenomena ini, yaitu; kondisi medan yang hampir seluruhnya berat – di sekitar Kota Sorong, banyaknya jumlah anggota keluarga, sampai nilai ekonomis yang bisa dicapai dengan memiliki kendaraan berjenis multi purpose ini.

 

12.45 – Pelabuhan Rakyat Sorong

Ukuran Pelabuhan Rakyat Sorong relatif kecil. Setelah portal masuk ke pelabuhan, kita bisa membeli tiket kapal cepat MV Marina Express seharga 120,000Rp untuk kelas ekonomi dan 150,000 Rp untuk kelas VIP. Bagi saya, loket pembelian tiket di pelabuhan ini lebih mirip dengan meja penjaga toilet di jakarta. Hanya sebuah meja alakadarnya, berukuran kecil pula.

Pelabuhan Rakyat Sorong 01

Pelabuhan Rakyat Sorong 01

Pelabuhan Rakyat Sorong 02

Pelabuhan Rakyat Sorong 02

Pelabuhan Rakyat Sorong 03

Pelabuhan Rakyat Sorong 03

Pelabuhan Rakyat Sorong 04

Pelabuhan Rakyat Sorong 04

Di pelabuhan ini ada porter, jadi bagi anda yang membawa barang-barang berat bisa menggunakan jasa mereka. Tapi bila ingin mengangkat barang-barang bawaan anda sendiri pun tidak masalah. Tolak lah tawaran jasa mereka secara halus. Dari pengalaman saya, dengan menolak secara halus, mereka cenderung mengembangkan senyumnya tanda mengerti dan tidak akan memaksakan kehendaknya kepada kita.

 

13.00- Menuju kapal cepat MV Marina Express 6

Kapal Cepat MV Marina Express 6

Kapal Cepat MV Marina Express 6

Interior Kapal Cepat MV Marina Express 6

Interior Kapal Cepat MV Marina Express 6

Dari tempat pembelian tiket, kita harus berjalan kaki sekitar 150 meter untuk mencapai kapal. Memang tidak terlalu jauh, namun bila barang bawaan anda lumayan berat, sewalah jasa porter di pelabuhan ini. Anggaplah hal itu sebagai peran serta anda dalam membantu meningkatkan perekonomian lokal.

 

14.00 – Berangkat Menuju Waisai

Umumnya, kapal cepat MV Marina Express berangkat sesuai jadwal setiap harinya, yaitu pukul 14.00 siang. Baik dari Sorong, maupun dari Waisai. Tapi berdasar pengalaman, sistem yang mereka gunakan adalah “penumpang penuh, langsung jalan.” Atau dengan kata lain, bila pada pukul 11.00 penumpang sudah dianggap penuh, maka kapal akan segera berangkat.

Untuk meng-antisipasi hal ini, lakukan booking tiket lebih awal dan mintalah nomor kontak petugas kapal bersangkutan, agar informasi keberangkatan kapal selalu anda terima secara up-to-date. Karena bila tidak, bersiap-siaplah mengeruk kocek lebih dalam untuk menyewa speedboat seharga 4,500,000Rp dari Sorong ke Waisai atau sebaliknya.

Cukuplah hal ini terjadi pada kami, jangan sampai terjadi pada diri anda. Pedih…

 

16.00 – Sampai di Pelabuhan Waisai

Pelabuhan Waisai

Pelabuhan Waisai

Dermaga Pangkalan TNI AL Sorong - POSAL Raja Ampat

Dermaga Pangkalan TNI AL Sorong – POSAL Raja Ampat

Walau masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, jarak 1-2 kilometer menuju penginapan di tengah Kota Waisai tentu bukanlah sebuah jarak yang bisa dibilang dekat. Gunakanlah jasa ojek, karena, selain tukang ojek ini lebih paham tentang penginapan-penginapan murah di Kota Waisai, keuntungan lainnya, anda bisa menghemat waktu dan tenaga, sehingga aktifitas di Raja Ampat menjadi lebih optimal.

Rate penginapan/homestay di Kota Waisai berkisar antara 150,000-350,000Rp. Untuk penginapan diatas 200,000Rp, biasanya sudah dilengkapi dengan air panas dan dingin. Penginapan-penginapan ini pada umumnya bisa ditempati 2-3 orang.

Untuk anda yang ingin kenyamanan, bisa memilih salah satu di antara beberapa resort yang ada, namun anda harus rela mengeluarkan uang jauh lebih banyak.

Pada saat berkunjung ke Raja Ampat akhir tahun lalu bertepatan dengan high season, sehingga sulit mendapatkan penginapan. Setiap penginapan selalu penuh, kecuali Penginapan Waiwo Dive Resort. Berdasarkan referensi dari guide kami, resort ini bisa dibilang not recommended.

Dan benar saja, beberapa kali kami telat dari jadwal karena koordinasi yang kurang baik dari pihak pengelola. Namun, bisa saja kejadian ini kebetulan kami alami. Karenanya, keputusan untuk menggunakan penginapan tersebut atau tidak, saya kembalikan kepada anda.

 

16.15 – Penginapan Waiwo Dive Resort

Dari Pelabuhan Waisai ke Penginapan Waiwo Dive Resort bisa ditempuh menggunakan jalur air (speedboat – 10 menit) atau jalur darat (ojek – 25 menit.)

Jalur darat lebih lama, karena harus melalui rute berbukit dengan tanjakan-turunan curam. Kondisi jalannya dalam tahap pembangunan, sebagian beton, sebagian tanah berbatu. Ia sangat berbahaya di kala hujan, dan sangat gelap pada malam hari, karena tidak ada penerangan jalan sama sekali. Kalau perlu, mintalah jasa antar-jemput melalui jalur air dari penginapan ini—seperti yang kami lakukan.

Dermaga Waiwo Dive Resort 1

Dermaga Waiwo Dive Resort 1

Si Pantat Goyang, Penghuni Dermaga Waiwo

Si Pantat Goyang, Penghuni Dermaga Waiwo

Dermaga Waiwo Dive Resort 2

Dermaga Waiwo Dive Resort 2

Pergerakan selama di Raja Ampat tentu terasa mudah bila kita sering pergi kesana. Tapi bagi yang belum pernah, peran seorang guide menjadi sangat penting, jangan sampai uang yang kita keluarkan menjadi sia-sia karena memaksa mencari “jalan” sendiri demi budget termurah.

Berkaitan dengan Guide Raja Ampat, saya sangat merekomendasikan Amel Meilan (Urai Indonesia) sahabat kami yang telah membantu pengaturan segala keperluan selama berada di Raja Ampat. Tanpa dia, pergerakan menjelajah Raja Ampat pasti terasa sulit. Apalagi setelah mendengar cerita-demi-cerita yang dialaminya selama mengatur keperluan kami.

Pendapat saya tentang tim Urai Indonesia—Amel, Bang Edo, dan Pak Mayo—adalah, “One best guide worth a thousand places.” Pokoknya, highly recommended. Thanks teman-teman.🙂

Waiwo Dive Resort

Waiwo Dive Resort

Room rate Waiwo Dive Resort, adalah 450,000Rp per-orang per-hari. Sementara untuk diving, dikenakan biaya 550,000Rp per-spot. Dan untuk penyewaan alat snorkeling dikenakan biaya 45,000Rp per-hari.

Lantas bagaimana dengan kapal? Saran dari pendamping tim kami – Gilang Satria, sewalah kapal di luar bahan bakar. Dengan begini, sewa kapal per-harinya bisa ditekan ke angka rata-rata 1,000,000-3,000,000Rp. Itupun masih tergantung dengan besarnya kapal dan skill negosiasi kita. Lebih enak lagi kalau punya banyak kenalan penduduk setempat. Sewa kapal sangat mungkin menjadi gratis, tapi tetap saja, harus modal bahan bakar.

Paket dive yang ditawarkan Waiwo Dive Resort adalah:

  • 9-12 kali dive = 350,000Rp/dive
  • 5-8 kali dive = 450,000Rp/dive
  • 2-4 kali dive = 550,000Rp/dive
  • Discovery dive = 350,000Rp

Paket sewa alat:

  • Snorkeling (masker, snorkel, fins) = 50,000Rp
  • Dive gear (masker, snorkel, fins, wet suit, tabung) = 350,000Rp

 

16.30 – Acara Bebas

Penginapan Waiwo Dive Resort cukup teduh sepanjang hari. Pepohonan rimbun, tinggi menjulang di sekujur penginapan. Kalau sedang beruntung, kita bisa melihat Soa-soa (Hydrosaurus amboinensis) menempel di batang pohon besar di sekitar penginapan.

Kalau lebih beruntung lagi, kita bisa melihat dan disengat Lalat Babi yang besarnya 3-4 kali ukuran lalat hijau. Lalat Babi ini seperti drakula, tugasnya menghisap darah. Walaupun akibat yang ditimbulkan dari gigitan serangga ini tidak fatal, tapi bekas gigitannya menyebabkan rasa gatal yang bertahan selama 1-2 minggu, dan sedikit membengkak, yang akan berangsur hilang setelah 3 bulan, digantikan bercak hitam di bagian kulit bekas gigitannya tadi. Setidaknya begitulah yang saya alami.

Padahal namanya jelas, “Lalat Babi,” tapi kenapa malah saya yang disengat!?

Nambah-nambahin aib aja. #Hadeh

Bermain Bersama Anak-anak Waiwo Dive Resort

Bermain Bersama Anak-anak Waiwo Dive Resort

Menikmati Sunset Di Dermaga Waiwo

Menikmati Sunset Di Dermaga Waiwo

Sunset Raja Ampat Hari Pertama 1

Sunset Raja Ampat Hari Pertama 1

Sunset Raja Ampat Hari Pertama 2

Sunset Raja Ampat Hari Pertama 2

Untuk mengisi waktu di sore hari, kita bisa bermalas-malasan di dermaga, sambil minum teh/kopi, mengobrol, memancing, mengabadikan momen, dan lain sebagainya. Dari dermaga Pantai Waiwo – kadang – kita bisa melihat lumba-lumba dan ikan paus sedang berlompatan di atas air di kejauhan. Jika anda beruntung!

 

20.00 – Jelajah Kota Waisai dan Pantai WTC (Waisai Ter Cinta)

Dari Pantai Waiwo, Pantai WTC (Waisai Ter-Cinta) dapat ditempuh dalam 30 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Jalan Yos Sudarso di belakang penginapan sangat gelap. Tidak ada penerangan sama sekali di sepanjang jalan ini. Dari pintu penginapan, bila kita ambil ke arah kiri, ujungnya adalah sebuah bandara baru yang sedang dibangun. Sedang ke kanan adalah arah menuju Kota Waisai.

Tugu Bahari Kabupaten Raja Ampat

Tugu Bahari Kabupaten Raja Ampat

Jalur di sini memiliki kontur tanjakan-turunan curam, maklum membelah hutan. Di ujung Jalan Yos Sudarso, kita akan menjumpai pertigaan. Ke kanan adalah Pelabuhan Waisai, sedang kekiri adalah Kota Waisai. Tak jauh dari pertigaan ini, berdiri Tugu Bahari Raja Ampat di tengah jalan menuju Kota Waisai.

Suasana malam di Kota Waisai terbilang sepi. Kalaupun ada aktifitas warga, hanya terlihat beberapa saja. Suasananya mirip dengan Belitung bagi saya. Penerangan jalan pun hanya dari lampu rumah-rumah warga di pinggir jalan. Sedangkan siang hari di Kota Waisai akan terasa sangat panas, karena letaknya yang di pesisir dan relatif sedikitnya pepohonan besar di kanan-kiri jalan.

Pantai Waisai Ter Cinta 1

Pantai Waisai Ter Cinta 1

Pantai Waisai Ter Cinta 2

Pantai Waisai Ter Cinta 2

Pantai Waisai Ter Cinta 3

Pantai Waisai Ter Cinta 3

Dalam pandangan saya, Pantai WTC mirip dengan Pantai Ancol di Jakarta. Namun ukurannya lebih kecil dan kurang terawat. Di pantai ini, warga biasa menghabiskan waktu bersama tetangga, teman, atau bahkan kekasih tercintah. #Ouh, so sweet

 

22.00 – Kembali ke penginapan. Istirahat.

 

Suplemen artikel, terkait perjalanan hari pertama (pdf):

 

DAY 2

(Pasir Timbul – Manta Point – Kampung Arborek – Mioskon)

 

07.00 – Bangun pagi. Sarapan. Bersiap-siap.

08.30 – Menuju Pasir Timbul

09.20 – Pasir Timbul

Menjelang Pulau Pasir Timbul

Menjelang Pulau Pasir Timbul

Pulau Pasir Timbul 1

Pulau Pasir Timbul 1

Pulau Pasir Timbul 2

Pulau Pasir Timbul 2

Pulau Pasir Timbul 3

Pulau Pasir Timbul 3

Pulau Pasir Timbul 4

Pulau Pasir Timbul 4

Pulau Pasir Timbul 5

Pulau Pasir Timbul 5

Pulau Pasir Timbul 6

Pulau Pasir Timbul 6

Pasir Timbul adalah sebuah pulau pasir yang luasnya sekira sebuah lapangan sepak bola. Layaknya Pulau Gosong di Belitung, pulau ini akan tenggelam ketika air laut sedang pasang, dan muncul kembali ketika air laut surut. Dan bila diperhatikan dengan seksama, pada salah satu sisi pulau pasir ini, bentuknya mirip bagian kepala seekor Manta.

 

10.05 – Menuju Manta Point

Manta Point adalah spot diving pertama kami di Raja Ampat. Kalau sedang beruntung, kita bisa melihat hingga belasan ekor Manta sedang membersihkan diri di cleaning station di dasar laut sana. Tapi bila sedang apes, seekor Manta pun tidak akan kita jumpai, persis seperti yang di alami beberapa wisatawan yang lebih dulu datang daripada kami.

 

11.05 –Manta Point – Diving

Kami, Tim Raja Ampat – Indonesia Travellers cukup beruntung. 7 ekor Manta penasaran, berenang tenang di sekitar cleaning station, juga di sekitar kami. Beberapa kali, entah dari mana datangnya, Manta-manta ini berenang-renang di belakang punggung saya, dan jaraknya hanya 50 centimeter saja.

Untung gak nemplok. Kalo minta ikut ke Jakarta, kan bisa repot.

Cleaning station Manta Point berada pada kedalaman 13-15 meter di bawah permukaan laut. Bentuknya berupa sebuah batu karang setinggi 2 meter, ber-diameter 2 meter.

Pasir masih mendominasi lantai laut ber-kemiringan 20-40 derajat ini. Suhu 27 derajat celcius di perairan Manta Point lama kelamaan membuat tubuh saya menggigil kedinginan. Padahal setiap naik gunung tidak pernah sekalipun membawa sleeping bag. #Hadeh

 

12.05 – Selesai diving. Menuju Kampung Wisata Arborek.

12.57 – Kampung Wisata Arborek. Makan Siang.

Dalam Perjalanan Menuju Kampung Wisata Arborek

Dalam Perjalanan Menuju Kampung Wisata Arborek

Anak-anak Kampung Arborek 1

Anak-anak Kampung Arborek 1

Anak-anak Kampung Arborek 2

Anak-anak Kampung Arborek 2

Anak-anak Kampung Arborek 3

Anak-anak Kampung Arborek 3

Anak-anak Kampung Arborek 4

Anak-anak Kampung Arborek 4

Menjelang dermaga, atau yang biasa mereka sebut “jetty,” persiapkan segala perangkat perang anda (handphone, smartphone, kamera pocket, kamera DSLR, handycam, bahkan tustel.) Anak-anak Kampung Arborek umumnya antusias menyambut setiap kapal yang datang. Mereka bisa menjadi objek menarik untuk di abadikan.

Pantai Arborek

Pantai Arborek

Jelajah Kampung Arborek

Jelajah Kampung Arborek

Dermaga Kampung Wisata Arborek 1

Dermaga Kampung Wisata Arborek 1

Dermaga Kampung Wisata Arborek 2

Dermaga Kampung Wisata Arborek 2

Bersama Anak-anak Kampung Arborek

Bersama Anak-anak Kampung Arborek

Bila waktunya sempit, yang bisa dilakukan setelah makan siang hanyalah mengitari Pulau Arborek—sekitar 1 jam—yang terbilang kecil ini.

Saat berkunjung ke Kampung Arborek pada kali pertama, kami hanya berfokus pada proses pembuatan kerajinan khas Raja Ampat. Namun karena sang perajin sulit ditemui, ditambah, seisi kampung yang tengah berduka, karena salah satu tetangga mereka baru saja meninggal dunia, maka, yang bisa dilakukan kala itu hanya sedikit menjelajah saja, sementara, “pengejaran” proses pembuatan kerajinan terpaksa kami lakukan 2 hari berikutnya.

 

14.05 – Menuju Mioskon

15.10 – Mioskon – Diving

Setelah berpanas-panasan di Kampung Arborek, kembali membenamkan diri ke air tentu menyenangkan. Pilihan Mioskon (18 meter) sebagai spot diving kedua setelah Manta Point, pun bukan tanpa alasan, karena disinilah rumah Wobbegong (Hiu Karpet) yang terkenal itu.

Kata “Wobeggong” dipercaya berasal dari bahasa Aborigin yang berarti ‘”jenggot kasar.” Seperti Bunglon, ia berkamuflase sempurna dengan dasar lautan. Butuh mata jeli untuk mengetahui keberadaan mereka.

Sejatinya, mahluk pasif ini tidak berbahaya bagi manusia. Walaupun begitu, jangan coba-coba mengganggu ya, karena begitu ia merasa terancam, sulit sekali untuk melepaskan diri dari gigitan taring-taringnya.

Kayak Tokek aja, ada geledek baru bisa lepas.

Tokek Laut…

 

16.15 – Selesai diving – kembali ke Waiwo. Acara bebas.

 

Suplemen artikel, terkait perjalanan hari kedua (pdf):

 

DAY 3

(Tanjung Besi – The Passage – Pulau Wayag)

 

05.30 – Bangun pagi. Bersiap-siap.

Perjalanan menuju Wayag membutuhkan waktu yang relatif panjang. Sebelum berangkat, perhatikanlah beberapa tips berikut ini:

  • Bawalah makanan dan minuman ringan/berat. Untuk di kapal, juga saat mendaki Puncak Wayag.
  • Bawalah P3K, bilamana sewaktu-waktu diperlukan.
  • Tanpa PIN Wayag, anda tidak akan diijinkan masuk kekawasan Pulau Wayag. Jangan lupa membeli dan/atau membawa.
  • Bawalah Sunblock, kaca mata hitam, manset, dan pelindung kepala. Ingat! Wayag sangat panas dan lembab di siang hari.
  • Karena jalur menuju Puncak Wayag sangat terjal dengan dominasi batuan karang tajam dimana-mana,  menggunakan sepatu akan lebih baik daripada hanya menggunakan sandal.
  • Semakin pagi waktu keberangkatan anda, semakin baik. Bila perlu, bermalamlah di Pulau Wayag dengan mendirikan tenda.
  • Membawa filter CPL dan filter ND Grad, layak untuk dipertimbangkan oleh para fotografer.
  • Bawalah payung atau jas hujan untuk berlindung, bila anda ingin berlama-lama di Puncak Wayag.
  • Lakukan ascending dan descending Puncak Wayag lebih awal.

 

07.00 – Menuju Wayag

07.35 – Tanjung Besi

Tanjung Besi Raja Ampat 1

Tanjung Besi Raja Ampat 1

Tanjung Besi Raja Ampat 2

Tanjung Besi Raja Ampat 2

Tanjung Besi Raja Ampat 3

Tanjung Besi Raja Ampat 3

Tanjung Besi adalah kampung semi-permanen orang-orang yang berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara. Biasanya, setiap empat bulan sekali mereka kembali ke Sulawesi—kadang lebih. Tergantung dari limpahan hasil tangkapan.

Suku Buton telah cukup lama tinggal disini bahkan sebelum Kabupaten Raja Ampat berdiri. Mulai dari kapal layar, hingga menggunakan kapal Pelni.

 

08.00 – The Passage

Menjelang The Passage 1

Menjelang The Passage 1

Menjelang The Passage 2

Menjelang The Passage 2

Dengan mengabaikan “pintu masuk/keluar”-nya, The Passage lebih mirip sungai ketimbang lautan. Aroma herbal tercipta dari uap laut yang bersenyawa dengan bau pepohonan. Di bawah kapal, puluhan pusaran kecil beriak bergantian. Gerakannya terasa harmonis. Segalanya di tempat ini, membuat waktu terasa berjalan sangat lambat.

The Passage 1

The Passage 1

The Passage 2

The Passage 2

The Passage 3

The Passage 3

Konon kabarnya, The Passage pernah menjadi rumah bagi dua ekor gurita raksasa. Namun keduanya harus rela meregang nyawa, ketika keberadaan mereka sama artinya dengan malapetaka bagi penduduk sekitar.

Seiring berlalunya waktu, cerita tersebut semakin usang termakan jaman. Tak ada lagi kengerian di tempat ini. Ditambah suguhan biota di sekujur interiornya – telah menjadikan The Passage salah satu tempat menyelam terbaik di Raja Ampat.

Kedalaman maksimum The passage adalah 15 meter, dengan kontur dasar laut yang cenderung datar. Temperatur di tempat ini berkisar antara 26°–29° C, dengan tingkat visibility mencapai 10-12 meter.

 

10.45 – Pulau Kawe. Registrasi di Kantor Conservation Indonesia.

Menjelang Pulau Kawe 1

Menjelang Pulau Kawe 1

Menjelang Pulau Kawe 2

Menjelang Pulau Kawe 2

Sesampainya di Pulau Kawe, kita akan diminta mengisi buku tamu, sambil pula menunjukkan PIN Wayag, yang sebelumnya telah dibeli di Hotel JE Meridien, Sorong atau di kantor Pemerintah Daerah Waisai. Bila tidak dapat menunjukkan PIN ini, jangan harap diijinkan memasuki kawasan Pulau Wayag.

Indonesia Kreatif

Indonesia Kreatif

Pantai Pulau Kawe 1

Pantai Pulau Kawe 1

Pantai Pulau Kawe 2

Pantai Pulau Kawe 2

Pantai Pulau Kawe 3

Pantai Pulau Kawe 3

Dermaga Pulau Kawe

Dermaga Pulau Kawe

Selain sebagai retribusi pemasukan kas pemerintah daerah (pemda) setempat, dana yang terkumpul dari penjualan PIN Wayag  juga digunakan untuk pembangunan masyarakat dan segala aktifitas konservasi di wilayah ini. Karenanya, dengan membeli PIN tersebut, berarti anda telah ikut berpartisipasi dalam membangun perekonomian lokal, juga menjaga kelestarian alam secara tidak langsung.

 

11.00 – Melanjutkan perjalanan menuju Pulau Wayag

11.20 – Pulau Wayag

Menjelang Pulau Wayag 1

Menjelang Pulau Wayag 1

Menjelang Pulau Wayag 2

Menjelang Pulau Wayag 2

Menjelang Pulau Wayag 3

Menjelang Pulau Wayag 3

Kepulauan Wayag 1

Kepulauan Wayag 1

Kepulauan Wayag 2

Kepulauan Wayag 2

Kepulauan Wayag 3

Kepulauan Wayag 3

Kepulauan Wayag 4

Kepulauan Wayag 4

Karena tiba di Pulau Wayag terlalu siang, tanpa membuang waktu lagi, kami langsung mendaki menuju Puncak Wayag Satu. Pada setengah perjalanan pertama, kemiringan jalur mencapai 45 derajat dalam angka rata-rata. Tapi, pada setengah perjalanan kedua, kemiringan jalur berubah menjadi 65 hingga 80 derajat. Terbayang kan curamnya?

Trek Menuju Puncak Wayag Satu 00

Trek Menuju Puncak Wayag Satu 00

Trek Menuju Puncak Wayag Satu 01

Trek Menuju Puncak Wayag Satu 01

Trek Menuju Puncak Wayag Satu 02

Trek Menuju Puncak Wayag Satu 02

Trek Menuju Puncak Wayag Satu 03

Trek Menuju Puncak Wayag Satu 03

Jalur mendaki dengan dominasi batuan karang tajam dan tanah liat, jelas membuat perjalanan mencapai Puncak Wayag Satu relatif berbahaya. Karenanya, kewaspadaan dituntut selama  anda berada di kepulauan Wayag ini – terlebih lagi di musim penghujan – dijamin, jalurnya akan sangat licin, setipe dengan jalur menuju Segara Anakan di Pulau Sempu, Malang.

Bagi yang ingin berwisata ke Pulau Wayag, ada dua alternatif kendaraan yang bisa digunakan:

  1. Longboat. Tarif sewa kapal kayu berkapasitas maksimal 10 orang, ini dipatok seharga 6,000,000 Rp per-hari. Dengan longboat, membutuhkan waktu antara 4-6 jam perjalanan menuju Wayag.
  2. Speedboat. Waktu tempuh menggunakan speedboat jauh lebih cepat, yaitu 3 jam perjalanan dengan kondisi normal. Tarif sewa kapal fiberglass berkapasitas maksimal 20 orang ini pun relatif lebih murah, yaitu, 9,000,000 Rp per-hari. Kenapa lebih murah? Coba anda gunakan rumus berikut untuk menghitung perbandingan harga per-orangnya—untuk longboat dan speedboat; Harga per-orang = Harga sewa kapal / Jumlah orang. Bagaimana? Lebih murah bukan?

 

11.40 – Puncak Wayag Satu

Puncak Wayag Satu

Puncak Wayag Satu

View Dari Puncak Wayag Satu 01

View Dari Puncak Wayag Satu 01

View Dari Puncak Wayag Satu 02

View Dari Puncak Wayag Satu 02

View Dari Puncak Wayag Satu 03

View Dari Puncak Wayag Satu 03

View Dari Puncak Wayag Satu 04

View Dari Puncak Wayag Satu 04

View Dari Puncak Wayag Satu 05

View Dari Puncak Wayag Satu 05

Speedboat Sewa Untuk Pergi Ke Pulau Wayag

Speedboat Sewa Untuk Pergi Ke Pulau Wayag

Kapal Conservation International Sedang Melakukan Patroli

Kapal Conservation International Sedang Melakukan Patroli

Guide Pulau Wayag

Guide Pulau Wayag

Puncak Wayag Satu memiliki kontur berbukit. Dengan lebar 50 centimeter, bentuknya sempit memanjang dan berliku sekitar 50-100 meter. Satu titik hanya bisa dimuati oleh satu orang, sehingga harus bergantian bila ingin menempati satu tempat yang sama.

Dengan kondisi seperti itu, disarankan anda datang lebih awal. Karena, kesiangan sedikit saja, berarti harus mengantri ketika berada di Puncak Wayag. Gunakan waktu sebaik-baiknya ketika kesempatan anda datang. Terlalu lama berada di satu spot terbaik dapat memicu kemarahan dari pengunjung lain yang juga mengantri. Percayalah, karena kami mengalaminya sendiri, hehe.

Satu lagi…

Disini—Puncak Wayag, lengah sedikit sama artinya dengan celaka. Apalagi lengah banyak, dijamin langsung menghadap Yang Maha Kuasa. Karena itu, kamu hati-hati ya selama berada disana—kecup kening.

Plakkk!!!

Elu siapa, berani-beraninya nyium kening gw!? …Grrhhhh!”

“Oh, maap mbak, maap… saya kira pacar sa…”  #Plak!

“…ya”

 

13.00 – Turun dari Puncak Wayag Satu

13.15 – Sampai di Pantai Wayag

Pantai Pulau Wayag

Pantai Pulau Wayag

Begajulan Di Pantai Pulau Wayag

Begajulan Di Pantai Pulau Wayag

 

13.25 – Menuju Pantai Waiwo—Penginapan Waiwo Dive Resort.

18.50 – Waiwo Dive Resort. Acara Bebas.

Interior Kamar Penginapan Waiwo Dive Resort 1

Interior Kamar Penginapan Waiwo Dive Resort 1

Interior Kamar Penginapan Waiwo Dive Resort 2

Interior Kamar Penginapan Waiwo Dive Resort 2

 

Suplemen artikel, terkait perjalanan hari ketiga (pdf):

 

DAY  4

(Yenbeser – Kampung Arborek)

 

06.15 – Menuju Yenbeser – Bird watching

Sebelum menuju watching station, terlebih dahulu, kami menjemput Pak Karel—guide bird watching. Lokasi bird watching tidak jauh dari tempat tinggal Pak Karel, hanya berjarak 10 menit perjalanan laut.

Untuk yang baru pertama kali datang ke Yenbeser, menemukan ‘pintu masuk’ menuju lokasi bird watching yang tersamar oleh rimbun pepohonan di pinggir pantai pasti kesulitan,  karenanya, peran seorang guide sangat dibutuhkan disini. Sebenarnya memaksakan mencari sendiri pun sah-sah saja, tapi jangan salahkan orang lain bila ujung-ujungnya usaha anda sia-sia.😀

Saya berprinsip, guide yang baik sama dengan separuh pekerjaan, atau dalam istilah kerennya, “One best guide worth a thousand places.

 

06.40 – Yenbeser – trekking

Begitu menjejakkan kaki di Yenbeser, perasaan gerah menyelimuti seluruh tubuh saya. Kondisi udaranya panas dan lembab. Pelan tapi pasti, peluh mulai bercucuran. Semakin lama berada disini, semakin giat saja pabrik keringat ditubuh saya bekerja. Padahal hanya trekking ringan, tapi efeknya persis dengan aktifitas ngemil tiga bakul cabai – keringetan gak kira-kira.

Jalur Menuju Lokasi Bird Watching Yenbesser 1

Jalur Menuju Lokasi Bird Watching Yenbesser 1

Jalur Menuju Lokasi Bird Watching Yenbesser 2

Jalur Menuju Lokasi Bird Watching Yenbesser 2

Bagi anda yang sudah bosan dengan cita-cita Astronot—dan tidak pernah kesampaian—kemudian mengalihkannya dengan cita-cita pergi ke Yenbeser – untuk melihat Burung Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra,) berikut adalah tips-nya:

  1. Trekking di hutan Raja Ampat tak beda jauh dengan kemping di Pulau Sempu. Udaranya gerah (panas lembab) gak ketulungan. Baru sedikit bergerak, keringat sudah menyergap. Karenanya, bawalah spare pakaian. Menggunakan satu pakaian untuk aktifitas seharian—yang dimulai dengan aktifitas bird wacthing—bisa membuat anda merasa tidak nyaman.
  2. Bawalah handuk kecil. Walaupun terlihat seperti tukang becak, percayalah, itu masih lebih baik. Setidak-tidaknya, kehormatan anda tetap terjaga. Secara umum, seseorang akan menggunakan pakaian yang disandangnya untuk menyeka peluh di lengan maupun di wajah. Menyeka peluh diwajah dengan lidah pakaian bagian bawah, sama artinya dengan mempertontonkan aib sendiri. Kalau disana bersemayam rangkaian otot berlabel six pack tentu membuat anda terlihat keren, tapi bagaimana nasibnya kalau yang berdiam justru sepejal lemak berlabel one bag? Tambahkan lagi dengan kehadiran sang kekasih dambaan hati yang anda kejar-kejar setengah mati, tapi gak jadi-jadi. Perjuangan anda untuk merebut hatinya tentu akan lebih berat lagi bukan?
  3. Bawalah minuman dan makanan ringan.
  4. Sebelum berangkat menuju Yenbeser, lakukanlah peregangan otot terlebih dahulu. Spot terbaik aktifitas bird watching kadangkala membutuhkan kita untuk menahan posisi-posisi ajaib selama beberapa waktu tertentu. Terlalu lama menahan posisi-posisi ajaib akan mengungkapkan umur anda yang sesungguhnya. Encok dan kram dijamin kumat. Bila stretching dirasa kurang, boleh kok membawa obat gosok. Tapi usahakan yang tidak berbau. Bukan apa-apa. Malu. Semakin banyak olesan, bisa membuat anda ‘terkondisi’ semakin tua dihadapan teman seperjalanan. Gak percaya? Silahkan coba.

 

07.00 – Bird watching station

Aktifitas Bird Watching Di Yenbesser 1

Aktifitas Bird Watching Di Yenbesser 1

Aktifitas Bird Watching Di Yenbesser 2

Aktifitas Bird Watching Di Yenbesser 2

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 1

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 1

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 2

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 2

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 3

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 3

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 4

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 4

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 5

Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) 5

Ada beberapa peraturan tidak tertulis yang berlaku di area bird watching station ini, yaitu:

  1. Berbicaralah dengan sangat pelan atau secara berbisik.
  2. Tidak menimbulkan kegaduhan.
  3. Mengantri. Agak absurd sebenarnya menyebut kata ‘antri’ dalam konteks ini. Berbicara tentang aktifitas bird watching adalah berbicara moment. Ia bersifat sementara – hanya terjadi selama beberapa waktu tertentu saja. Sekali hilang, relatif sulit digantikan. Tidak seperti aktifitas ‘mengantri’ di Puncak Wayag—yang setiap saat dapat kita lihat. Aktifitas bird watching di Yenbeser membutuhkan effort yang lebih besar dengan datang lebih awal, datang ketika sedang musim kawin, mencari posisi ideal untuk melakukan observasi, dan lain sebagainya. Kesempatan ‘mengantri’ dalam konteks bird watching hanya ada ketika masih tersedia spot di area bird watching yang belum terokupasi. Komplain kepada pengunjung yang telah lebih dulu tiba—yang mendapatkan tempat observasi sempurna—sama artinya dengan cari perkara.

 

07.35 – Aktifitas bird watching selesai. Turun ke pantai.

08.00 – Sampai di pantai – istirahat

08.15 – Menuju Kampung Wisata Arborek

09.15 – Kampung Wisata Arborek

Nelayan Di Sekitar Pulau Arborek

Nelayan Di Sekitar Pulau Arborek

Pulau Arborek Raja Ampat

Pulau Arborek Raja Ampat

Pantai Pulau Arborek

Pantai Pulau Arborek

Dermaga Kampung Wisata Arborek 3

Dermaga Kampung Wisata Arborek 3

Kampung Wisata Arborek terletak di sebelah barat laut Pelabuhan Waisai. Jarak tempuh dari Pelabuhan Waisai ke Kampung Wisata Arborek yang terletak di Pulau Arborek sekitar 1 jam 30 menit menggunakan speedboat. Bila cuaca tidak bersahabat, waktu tempuh ini akan semakin panjang.

Beberapa aktifitas yang dapat dilakukan di Pulau Arborek ini yaitu:

  1. Snorkeling. Dengan tingkat visibility yang relatif baik, tanpa diving pun kita bisa menyaksikan keanekaragaman hayati biota laut dari pinggir pantai Pulau Arborek. Anda bisa bertanya kepada penduduk setempat perihal lokasi-lokasi snorkeling terbaik disini.
  2. Diving. Kegiatan diving biasa dilakukan di sekitar dermaga Kampung Wisata Arborek—biasa disebut “jetty.” Dengan kedalaman hingga 16 meter, jetty Arborek cocok untuk penyelam pemula dan penyelaman rekreasi. Pilar-pilar penyangga jetty banyak ditumbuhi softcoral beraneka warna dengan tingkat visibility yang baik. Kabarnya, struktur softcoral di jetty Arborek ini sering memenangkan banyak lomba foto underwater di luar negeri. Ditambah dengan Ghostpipe, Nudibranch, Pipehorse, Batfish, dan mahluk laut lainnya, tempat ini jelas menawarkan keindahan bawah laut yang menawan.
  3. Jelajah Kampung Arborek. Pulau Arborek tidak terlalu luas—sekitar 6-7 hektar. Dengan berjalan kaki selama 1 jam saja, kita sudah bisa menjelajahi seluruh kampungnya. Waktu yang baik untuk aktifitas menjelajah kampung adalah pagi dan sore hari. Karena selain kondisinya yang mendukung, pada waktu-waktu tersebut penduduk Kampung Arborek biasanya terlihat sedang melakukan aktifitas kesehariannya di luar rumah.
  4. Melihat pembuatan kerajinan tangan khas Raja Ampat. Waktu yang baik untuk melihat kegiatan menganyam adalah ketika high season—bulan Desember. Saat pengunjung sedang ramai, kita bisa melihat kaum wanita Kampung Arborek bergotong- royong membuat beberapa kerajinan tangan.

Prinsip dasarnya adalah, jumlah pengunjung = jumlah keuntungan. Perlu digaris bawahi, ternyata, setiap keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan kerajinan tangan, akan dibagi rata dengan tetangganya yang lain. Karenanya, harga yang dipatok seluruhnya adalah standar, alias tidak ada perbedaan harga antara perajin/penjual yang satu dengan lainnya.

Suasana Kampung Arborek Siang Hari

Suasana Kampung Arborek Siang Hari

Belajar Menganyam Di Kampung Arborek

Belajar Menganyam Di Kampung Arborek

Mama Maria Fakdawer

Mama Maria Fakdawer

Mama Orpah Mayor

Mama Orpah Mayor

Eke Mambrasa (Anak Mama Maria Fakdawer)

Eke Mambrasa (Anak Mama Maria Fakdawer)

Produk yang biasa mereka jual adalah topi gelombang/pari (biasa disebut koyafyof) dan wadah pinang, sendok, pensil (biasa disebut noken). Bila anda berkesempatan datang ke Kampung Wisata Arborek, belilah satu atau dua buah kerajinan tangan mereka, karena dengan melakukan ini, berarti anda turut serta dalam membantu peningkatan perekonomian masyarakat setempat – yang notabene adalah Bangsa Indonesia. Saudara kita sendiri.

Anak Kampung Arborek 1

Anak Kampung Arborek 1

Anak Kampung Arborek 2

Anak Kampung Arborek 2

Anak Kampung Arborek 3

Anak Kampung Arborek 3

Anak Kampung Arborek 4

Anak Kampung Arborek 4

 

11.00 – Kembali ke Penginapan Waiwo Dive Resort

12.15 – Penginapan Waiwo Dive Resort

Begitu tiba di Pantai Waiwo, kami mendapati kabar, kapal cepat MV Marina Express sudah berangkat jam 11 siang yang lalu. Kabarnya, pihak MV Marina Express telah menelpon pihak kami, namun selalu tidak bisa dihubungi. Beralasan memang, karena saat itu kami berada di Kampung Arborek yang terkenal susah sinyal. Fiuh

Sementara Travel Organizer kami—Amel—panik, saya justru sebaliknya. Berharap kami tidak memiliki pilihan lain selain tinggal lebih lama di Raja Ampat.

Namun, setelah melakukan diskusi panjang lebar, akhirnya didapat satu kesimpulan, kami  harus pulang hari itu juga. Glodak! Harapan saya pupus.

Dari kejadian ini, ongkos normal per-orang  yang seharusnya adalah 150,000 Rp untuk kelas VIP, dan 120,000 Rp untuk kelas Ekonomi. Kini membengkak berkali lipatnya… 4,500,000 Rp untuk menyewa sebuah speedboat—untuk 5 orang.

Walaupun perjalanan Waisai-Sorong hanya memakan waktu sekitar 2 jam, namun dengan pembengkakan budget seperti itu, sungguh bukan sesuatu yang secara ikhlas bisa diterima hati, terutama kantong cekak kami. #Pedih

Dari kejadian ini, ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil:

  1. Pada hari terakhir kunjungan anda ke Raja Ampat, jangan lakukan aktifitas melaut, apalagi lokasinya jauh dari Pelabuhan Waisai. Harap dicatat, di Raja Ampat sinyal handphone sangat terbatas. Bila kru kapal cepat MV Marina Express tidak dapat menghubungi anda untuk update informasi—yang berkaitan dengan aktifitas kapal cepat—maka, kemungkinan besar anda dianggap batal menggunakan jasa mereka. Atau dalam kasus kami, ditinggal.
  2. Lebihkan waktu kunjungan anda sekitar 1-2 hari. Spare waktu tersebut bisa digunakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan selama berada di Raja Ampat, seperti; cuaca buruk, ditinggal kapal cepat, mesin kapal cepat rusak, menghindari pengeluaran berlebih (sewa speedboat,) dan lain sebagainya.
  3. Lebihkan jumlah uang cash yang dibawa. Sesuaikan dengan gaya dan lama perjalanan anda. Di Waisai—ibukota Raja Ampat—mesin ATM yang tersedia hanyalah mesin ATM BRI (Bank Rakyat Indonesia.) Perlu dicatat juga, harga barang-barang di Raja Ampat relatif lebih mahal, karenanya kekurangan uang sama artinya dengan mengundang kesulitan.
  4. Mintalah nomor kontak beberapa kru MV Marina Express ketika anda tiba di Pelabuhan Waisai.  Karena, nomor-nomor inilah yang kemudian dapat kita gunakan untuk mengetahui update informasi yang berkaitan dengan kapal cepat tersebut.
  5. Update informasi kapal cepat secara berkala, terutama menjelang hari-hari terakhir anda berada di Raja Ampat.
  6. Belilah tiket (kapal cepat) tujuan Sorong lebih awal. Bila memungkinkan, jauh sebelum hari kepulangan anda. Dengan melakukan hal ini, diharapkan aktifitas travelling anda akan sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan pada itinerary sebelumnya.
  7. Pada hari kepulangan anda, datang lebih awal ke Pelabuhan Waisai adalah lebih baik—untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak diharapkan, dari penginapan ke pelabuhan. Seperti; kendaraan antar-jemput rusak, kehabisan bensin, ban bocor (bila mengggunakan jalur darat,) dan lain sebagainya.

 

16.30 – Menuju Sorong

Bila anda mengalami kejadian serupa (terpaksa menyewa speedboat dari Waisai ke Sorong,) ada beberapa tips yang bisa saya berikan, yaitu:

  1. Cari referensi nomor kontak penyewaan speedboat sebanyak-banyaknya. Lakukan hal ini jauh sebelum jadwal keberangkatan anda ke Raja Ampat.
  2. Negosiasikan harga termurah yang bisa anda dapatkan. Di luar bahan bakar, biaya sewanya mencapai 3,000,000 Rp. Tentu ini pun masih tergantung dari skill negosiasi anda. Harga termurah umumnya didapat dari kenalan atau referensi. Karenanya, cari dan perbanyaklah teman yang asli penduduk Raja Ampat dari sekarang. Jauh sebelum anda berencana untuk kesana. Ayo! Saya tunggu! Lima menit lagi, kumpulkan! #eaa
  3. Berikan perhatian khusus pada safety equipment. Speedboat yang kami sewa tidak dilengkapi dengan safety equipment sama sekali. Ini jelas berbahaya. Dua jam perjalanan laut bukanlah sebuah jarak yang pendek. Tanpa safety equipment, kecil kemungkinan seseorang bisa selamat bila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan ditengah-tengah perjalanan. Pastikan safety equipment tersedia dalam speedboat yang anda sewa. Bila tidak tersedia, segera minta kepada pemilik speedboat. Safety equipment harus ada. Wajib!
  4. Pastikan motorist atau navigator dari speedboat yang anda sewa memiliki pengetahuan tentang mesin. Terombang-ambing di tengah laut dengan mesin mogok tentu bukanlah sesuatu yang menyenangkan bukan? Apalagi ditambah dengan cuaca buruk, dijamin, anda menjadi seorang pribadi yang lebih religius daripada biasanya. Trust me, it works.
  5. Berangkat dari Waisai dan sampailah di Sorong ketika hari masih terang. Setidaknya, seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kemungkinan kita selamat masih lebih besar ketimbang ketika hari telah gelap.

Pertanyaannya, kenapa hampir semua yang disebutkan diatas seram-seram ya? Haha, hope for the best, plan for the worst bro/sist. Lagi pula, belajar dari sesuatu yang buruk seringkali lebih mudah dicerna otak dan hati ketimbang belajar dari sesuatu yang baik. Bukan begitu bukan?

 

18.30 – Pelabuhan Sorong

Dengan cepat, cuaca berubah tidak bersahabat. Hujan disertai guntur yang berkelebatan mendominasi langit timur. Beruntung kami sudah sampai di pelabuhan. Setelah berpamitan dengan Bang Edo (motorist,) seluruh barang-barang bawaan kami ungsikan ke mobil Avanza yang telah disewa sebelumnya untuk mengantar kami ke Hotel JE Meridien.

Ongkos sewa mobil ini masih sama, yaitu 75,000 Rp per-jamnya. Bila barang-barang bawaan anda relatif banyak, menggunakan mobil sewaan menuju penginapan tentu lebih efisien, ketimbang harus menggunakan angkot.

 

19.00 – Menuju Hotel JE Meridien

19.15 – Hotel JE Meridien. Bersih-bersih.

20.00 – Makan malam di sekitaran Benteng Sorong

23.00 – Kembali ke hotel. Istirahat.

 

Suplemen artikel, terkait perjalanan hari keempat (pdf):

 

DAY 5

(Sorong – Jakarta)

 

09.15 – Bangun Pagi. Sarapan.

Lorong Hotel JE Meridien

Lorong Hotel JE Meridien

Sarapan Di Hotel JE Meridien Sorong

Sarapan Di Hotel JE Meridien Sorong

 

10.00 – Selesai sarapan. Bersiap-siap.

11.00 – Menuju Bandar Udara Domine Eduard Osok (sebelumnya bernama Bandara Jeffman)

Entah sial atau “skill,” yang jelas dari semua penumpang yang terdaftar kala itu, selalu kami berlima lah yang lagi-lagi telat boarding! Damn! Untungnya Bandara DEO tidak sesibuk Bandara Soekarno Hatta, dan kami tidak ditinggal terbang.

Penumpang macam apa kami ini. Uhh!

Dengan tiket PP sebesar 6,000,000Rp per-orang, bila kami benar-benar ditinggal pesawat, yang ada di pikiran saya Cuma satu, alih profesi jadi gelandangan, karena gak punya uang untuk pulang. Belum lagi peluang ‘tenar’ di seantero bandara dengan masuk daftar hitam ‘tukang ketinggalan.’ Sungguh sesuatu banget ya Mbak Syahrini…

 

11.30 – Menuju Makassar – Bandara Sultan Hasanuddin

12.30 – Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar

14.15 – Menuju Surabaya – Bandara Juanda

14.40 – Bandar Juanda

15.00 – Menuju Jogjakarta – Bandara Adisutjipto

Nah, sebagai bingkisan dari Tuhan, karena kami telah membuat penumpang lain terlambat, langit Jogja tiba-tiba emosi jiwa dengan berubah pekat bertabur petir dan hujan lebat. Waktu yang seharusnya digunakan untuk landing, malah kanggo balik maning nyang Surabaya Son! Kepriwil rika! @,@

Jadi, bila di-breakdown, rute kami keliling Indonesia akan terlihat seperti ini: Sorong – Makassar – Surabaya – Jogjakarta – Surabaya – Jogjakarta – Jakarta

Seumur-umur melakukan perjalanan, baru kali ini saya wisata bandara terlama. Nasib… nasib.

 

21.00 – Bandara Soekarno Hatta, Jakarta

Sesampainya di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, kami tidak langsung pulang, melainkan meredakan ketegangan yang memicu emosi jiwa sebelumnya – dengan makan sepuasnya di Premiumria (karena Solar mengandung timbal. Berbahaya.)

 

22.00 – Kembali ke rumah masing-masing

Demikian kiranya itinerary Raja Ampat ini, semoga dapat membantu teman-teman sekalian dalam merancanakan trip ke Raja Ampat di kemudian hari.

Untuk teman-teman yang merasa kesulitan meraih mimpi pergi ke Raja Ampat, saya doakan, semoga mimpi kalian segera menjadi kenyataan. Yang penting tidak menyerah dengan keadaan, dan terus berjuang. Ingat! If you can dream it, you can achieve it.

Salam hangat. [BEM]

 

 

TERIMA KASIH KEPADA

ALLAH SWT

Emak & Bapak

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tim Kemenparekraf

Tim Mentor

Marischka Prudence

Jerry Aurum

Riyanni Djangkaru

Cahyo Alkantana

Tim Raja Ampat

Gilang Satria - (Pendamping Tim Raja Ampat)

Gilang Satria – (Pendamping Tim Raja Ampat)

Diana Suciawati (Adventurer)

Diana Suciawati (Adventurer)

Rachmat Fajar (Photographer)

Rachmat Fajar (Photographer)

Fahmi Indraprana (Videographer)

Fahmi Indraprana (Videographer)

Saya (Blogger)__Baju Merah

Saya (Blogger)__Baju Merah

 

Guide Tim Raja Ampat

Amel Meilan (Urai Indonesia)

Amel Meilan (Urai Indonesia)

[KiKa] Pak Mayo, Jackie, Edo (Guide Lokal)

[KiKa] Pak Mayo, Jackie, Edo (Guide Lokal)

Dan

Rekan-rekan Indonesia Travellers 2012, yang terlalu panjang untuk disebutkan satu-satu disini.