Perjalanan

Bus Pembangunan Semesta (photo by dwibayu)

Bus Pembangunan Semesta

Bila ada tempat yang membuat saya ingin kembali, walaupun pernah kesana, tempat itu pastilah Tangkahan. Sebuah tempat yang terpencil yang terletak di Provinsi Sumatra Utara. Tidak terlalu sulit untuk mencapai lokasi, karena angkutan umum menuju Tangkahan ini, walaupun jumlahnya hanya dalam hitungan jari, tersedia di terminal Pinang Baris, Medan. Namun terkadang, bis ber-titel Pembangunan Semesta yang beroperasi mulai dari Medan ini, hanya berhenti di pertigaan Batang Serangan, sehingga anda harus melanjutkan dengan berganti kendaraan, yang juga Pembangunan Semesta jurusan Medan-Tangkahan, lho?, karena jarak yang cukup jauh, sekitar 1 jam 40 menit mencapai Tangkahan, dari pertigaan Batang Serangan, mereka (armada Pembangunan Semesta) lebih memilih ngetem disini, ketimbang harus ke Medan dan bermacet-macet dijalanan kota.

Ongkos dari terminal Pinang Baris, Medan ke Tangkahan pun relatif murah, yaitu 15.000 rupiah. Namun bila anda mengalami nasib serupa saya, yang harus dioper-oper sana-sini, ongkosnya menjadi 18.000 rupiah. 8.000 pertama untuk rute Pinang Baris – Batang Serangan. Dan 10.000 berikutnya untuk rute Batang Serangan – Tangkahan.

Sempat terjadi insiden kecil saat itu, berdasarkan rute yang tertera di plang depan bis, jelas, Medan – Tangkahan. Saya pun membayar ongkos sesuai dengan tarif yang diminta sang kondektur. Disaat memberikan ongkos kembalian, sang kondektur ini seperti menyampaikan sesuatu, namun tidak begitu jelas karena berisik oleh suara knalpot bis juga suara dari kendaraan lain, akhirnya sayapun tidak menghiraukan dan membiarkannya berlalu.

Setibanya di pertigaan Batang Serangan, seluruh penumpang dikomando untuk turun dan pindah ke bus lain yang telah parkir didepan sana. Seperti di Jakarta, itulah kesan yang saya dapat saat itu. Diluar sana, percakapan antar kondektur terlihat sengit, namun saya tidak terlalu menghiraukan. Tak berapa lama berselang, bus kedua pun memulai perjalanannya menuju Tangkahan. Dan dalam waktu yang cukup berdekatan, sang kondektur memulai meminta kembali ongkos perjalanan. “lho, kan tadi udah bang?, kok diminta lagi?”, spontan saya bertanya balik ke kondektur tersebut. “kondektur yang tadi gak ngasih duit apa-apa ke saya, saya disuruh minta-in lagi ongkosnya”, jawab kondektur . “Kurang ajar, main-main sama saya, ketemu saya bunuh orang itu nanti!”, hardik sang kondektur, yang ditujukan kepada kondektur bus pertama. “What?!, kenapa urusannya jadi bunuh-bunuhan begini!?…”.

“Tenang dulu bang, coba kita tanya lagi sama kondektur yang tadi kalo ketemu nanti, saya kesini untuk menikmati desa abang, bukan untuk ngeliat abang berkelahi. Saya gak keberatan bayar lagi, yang penting abang jangan emosi dulu”, usaha menenangkan sang kondektur ini pun akhirnya terpaksa harus saya jalani.

Selang beberapa waktu kejar-kejaran yang penuh makian, akhirnya bus pertama terkejar, dan perdebatan pun berlangsung tegang. Setelah kondektur bus pertama menerangkan, akhirnya saya tahu duduk permasalahan sebenarnya. Pada saat membayar ongkos bus pertama, dimana sang kondektur seperti berbicara menggerutu kepada saya itu adalah menerangkan, bahwa bus ini tidak sampai ke Tangkahan, dan saya harus melanjutkan perjalanan ke Tangkahan menggunakan bus lain. Ongkos yang dibebankan diawal sebesar 8.000 rupiah itu hanya untuk sampai pertigaan Batang Serangan saja. Singkat cerita, kesalah pahaman selesai dengan cara yang baik, dan saya pun bersedia membayar ongkos berikutnya, karena memang itulah kewajiban saya. Sementara, kewajiban armada adalah mengantarkan saya sampai ke tujuan.

Perjalananan menuju Tangkahan, dari Batang Serangan didominasi oleh perkebunan sawit yang sangat luas dibagian kiri dan kanan jalan. Jalan utama disini pun tidak diaspal, hanya tanah yang ditaburi bebatuan kali yang telah di pecah kecil-kecil mendominasi hingga Tangkahan. Pada beberapa titik, terdapat jembatan yang sedang diperbaiki, sehingga perjalanan harus ekstra hati-hati, bila tidak ingin tergelincir dan masuk ke kali.

Bus Pembangunan Semesta jurusan Batang Serangan – Tangkahan hanya berjumlah 3 buah. Dan ketiganya dalam kondisi yang memprihatinkan. Namun bus ini “beradaptasi” dengan baik untuk jalan tanah berbatu perkebunan sawit disini.

Dari Tangkahan, bus Pembangunan Semesta hanya beroperasi 3 kali, pukul 5 pagi, 8 pagi, dan yang terakhir jam 14 siang hari. Saya pun selalu menjadi penumpang terakhir, yang turun dari bus terakhir pula saat itu, hehehe. Jadi, bila anda menggunakan bus umum sebagai moda transportasi, pastikan mengingat jam-jam keberangkatan diatas dengan baik. Tanyakanlah jam keberangkatan kepada armada bus untuk lebih pastinya. [BEM]

To Be Continued …