Hujan deras yang mengguyur Jakarta sepanjang siang hingga sore, membuat udara menjadi sangat dingin untuk ukuran kota Metropolitan ini. Disaat udara dingin sehabis hujan ini paling nikmat menyantap makanan yang berkuah panas untuk menghangatkan badan. Indomie adalah pilihan yang paling tepat rasanya, dengan proses menghidangkan yang praktis dan rasa yang sedap memang teman yang paling tepat di kala hujan seperti ini.

Teringat dengan salah satu warung indomie yang pernah saya kunjungi beberapa waktu yang lalu. Warung indomie yang sebenarnya bernama “Abang Adek” ini, lebih dikenal dengan warung indomie “Pedes Mampus” yang terletak dibilangan Jakarta Barat, dekat dengan Roxy Square.

Bila merujuk pada petuah Hermawan Kertajaya, sang Marketing Strategist, warung indomie ini telah melakukan apa yang disebut dalam dunia marketing sebagai “diferensiasi”. Ya, Ia membedakan dirinya dengan menambahkan cabe rawit merah yang di-ulek langsung dipiring mie yang akan disajikan.

Hummm, semriwing aroma cabai menyambut kedatangan kami saat bertandang ke warung ini.

“Cabe rawit yang kita pakai untuk menambah rasa pedesnya ada beberapa tingkatan, yang pertama, Indomie “Pedes Garuk”, menggunakan cabe rawit merah sebanyak 25 buah, diulek kasar. Yang kedua, Indomie “Pedes Gila”, menggunakan cabe rawit merah sebanyak 50 buah, diulek kasar. Dan yang terakhir, Indomie “Pedes Mampus”, menggunakan cabe rawit merah sebanyak 100 buah, diulek kasar”, ujar sang pedagang.

Pernahkan anda berpikir untuk menggunakan cabai dengan jumlah sebanyak itu hanya dalam satu mangkuk mie?, sungguh sebuah strategi yang cukup unik dan berani.

Terbukti, dengan menerapkan taktik diferensiasi ini, jumlah pengunjung bukannya sedikit, malah bertambah banyak, faktor psikologi manusia bernama “penasaran”, di “mainkan” dengan “cantik” oleh sang pedagang.

Dengan harga yang relatif terjangkau dan pilihan menu yang beragam manjadikan warung indomie ini salah satu alternatif kuliner yang patut untuk dicoba bagi anda penggemar makanan pedas. [IKA]