image copyright by their respective

Ullen Sentalu entrance

Bicara tentang Jogja, ada satu tempat yang tidak akan pernah terlewatkan untuk dikunjungi. Tempat ini tadinya tidak begitu terkenal. Masih lekat di ingatan, manakala melewati tempat ini bertahun-tahun lalu, keinginan untuk ke sana sama sekali tidak ada saking sepi dan terlihat menyeramkannya tempat ini. Tapi belakangan dengan maraknya program televisi yang menawarkan alternatif tempat jalan-jalan, tempat ini semakin dikenal dan semakin banyak dikunjungi.

Ullen Sentalu namanya, sebuah museum yang berada di Kaliurang, di kaki Gunung Merapi. Sebetulnya museum ini sudah ada sejak tahun 1994, namun baru diresmikan pada tahun 1997. Museum ini cukup unik karena kepemilikannya yang bersifat pribadi.

Meskipun hal ini berimplikasi pada tiket masuknya yang jadi relatif lebih mahal, tapi itu terbayar dengan keindahan museum yang kita bisa nikmati. Tidak seperti museum pada umumnya yang menempati bangunan cagar budaya,  Ullen Sentalu  dibangun dengan arsitektur yang memadukan unsur Jawa klasik dan Eropa.

Ruang pamer di sini dibangun menyerupai gua, dan antara gua yang satu dengan gua yang lain dihubungkan oleh lorong-lorong. Terkadang lorong penghubung tersebut berada di dalam bangunan dan sekaligus digunakan sebagai ruang pamer, namun ada juga beberapa lorong yang berada di luar dan melintasi taman yang indah terawat.

Koleksi yang ditampilkan museum ini tidak terlalu banyak, karena sesuai misinya, museum ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Jawa yang bersifat tak benda (intangible), sehingga lebih menekankan pada suasana (ambience) kebudayaan itu sendiri.

Uniknya lagi, sepanjang perjalanan melihat-lihat museum, pengunjung akan dikumpulkan dalam kelompok-kelompok kecil dan dipandu serta diberikan penjelasan oleh salah satu tour guide museum.

Setelah selesai melihat-lihat museum, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Yang pertama, kita bisa berfoto-foto di taman sekeliling museum. Yang kedua, kita bisa mengunjungi  toko souvenir Putri Malu. Meskipun judulnya toko souvenir, tempat ini juga menjadi ruang pamer yang berisi foto-foto perjalanan hidup GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, putri satu-satunya Mangkunegara VIII. Dan yang terakhir, kita bisa mengunjungi restoran Beukenhof yang terletak di belakang museum.

Teman-teman pasti setuju bahwa restoran ini sangat berkesan. Bangunannya berupa bangunan kolonial Belanda, dan menu yang ditampilkan juga menu Eropa. Selain bangunan dan interiornya yang menimbulkan rasa nyaman, pemandangan di sekitarnya yang indah menambah keistimewaan tempat ini.

Spot favoritku di sini adalah tempat duduk di balkon yang mengarah ke museum. Sering sekali aku datang ke tempat ini hanya untuk duduk-duduk, menghirup udara segar, berdiam diri menikmati alam dan berefleksi. Sekembalinya dari sana, biasanya aku akan merasa seperti habis direcharge, lebih segar dan lebih bersemangat.

Sambil menuliskan ini, angan-anganku terbang ke Beukenhof, dan bayangan tempat itu seakan-akan memanggilku pulang. Ah, seandainya ada pintu ajaib, tentu aku akan ke sana saat ini juga!. [FIN]